Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Sejumlah Rumah Dakit rujukan covid 19 di Jatim belum menerima pembayaran klaim BPJS dari pemerintah pusat. Hal ini karena petujuk teknis, dan mekanisme pengajuan klaim dari Kementerian Kesehatan bertele-tele. Meski demikian, beberapa Rumah Sakit rujukan covid 19 Jatim telah mendapat pembayaran uang muka.

Tunggakan pembayaran tagihan untuk Rumah Sakit rujukan yang menangani pasien covid 19 di Jatim hingga kini belum beres. Berdasarkan data tim gugus tugas covid 19 Jatim, ada 99 Rumah Sakit rujukan yang hingga kini masih belum mendapatkan pembayaran dari pusat. Masalah muncul karena petunjuk teknis dan mekanisme pengajuan klaim dari kementerian kesehatan dianggap teralalu bertele-tele. Dalam juknis kemenkes disebutkan bahwa klaim akan dibayarkan jika berita acara pemeriksaan verifikasi yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan telah diserahkan ke kemenkes paling lambat 14 plus 3 hari kerja.

Ketua Tim Kuratif Gugus Tugas Percepatan Lenanganan Covid 19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi, menyebut, ada dua peraturan yang harus diikuti. Yaitu, peraturan Menteri Kesehatan nomer 7 Menkes 238/2020, dan SE Menteri Kesehatan nomer 02, 01, Menkes 295/2020. Untuk pengajuan klaim tagihan, Rumah Sakit rujukan di Jatim masih harus belajar menyesuaikan peraturan Menteri Kesehatan. Meski demikian beberapa rumah sakit rujukan di Jatim ada juga yang sudah menerima pembayaran uang muka. Rumah Sakit/RS dr Soetomo Surabaya, rencananya akan mengajukan klaim pembiayaan pasien covid 19 ke BPJS Pusat untuk pasien Maret.

Sementara itu, terkait, ketersedian alat bantuan pernafasan atau ventilator, yang ada di rumah sakit rujukan covid 19 Jatim saat ini masih cukup. Bahkan, jumlahnya terus bertambah karena Pemerintah Propinsi Jatim banyak mendapat sumbangan dari swasta, dan Kementerian BUMN. (feri/stv)