Bojonegoro,(bisnissurabaya.com)  – Pasar Induk Tradisional Kota Bojonegoro, ditutup total. Untuk tetap berjualan, puluhan pedagang beralih di tepi jalan raya tanpa menerapkan physical distancing. Selain di tepi jalan raya, pedagang juga bermigrasi ke pasar tradisional kecamatan dan desa.

Tepi jalan raya yang berubah menjadi Pasar Krempyeng ini terletak di jalur utama penghubung dua Kabupaten. Yakni, Nganjuk dan Bojonegoro. Tepatnya, berada di Jalan Raya Desa Ngumpak Dalem, Kecamatan Dander, Bojonegoro.
Dalam dua hari terakhir, tepi jalan raya ini tampak ramai dengan aktifitas transaksi jual beli. Warga sekitar yang membutuhkan bahan dapur berburu ke pasar krempyeng. Selain di Pasar Krempyeng, pedagang juga bermigrasi ke pasar-pasar tradisional di kecamatan dan desa.
Namun sayang, pedagang dan pembeli ini cenderung mengabaikan anjuran pemerintah dalam menerapkan aturan jarak atau Physical Distancing. Sehingga, dikhawatirkan dapat memicu terjadinya penyebaran dan penularan virus corona atau covid-19.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menutup total Pasar Induk Tradisional Kota Bojonegoro, setelah ditemukannya ratusan pedagang reaktif covid-19, dalam uji Rapid Test yang digelar di tiga pasar tradisional. Yakni, Pasar Induk Tradisional Kota Bojonegoro, Pasar Tradisional Desa Banjarejo dan Pasar Tradisional Desa Dander, Kecamatan Dander, Bojonegoro. (mulyanto/stv)