Blitar, (bisnissurabaya.com) –  Harga telor ayam di Blitar, sebagai sentra penghasil telor nasional, sejak sepekan terakhir. Hal ini, disebabkan salah satunya pemberlakuan PSBB di beberapa kota besar. Harga terendah sempat mencapai RP. 10.500 per kilogram, padahal harga stabil sebelumnya mencapai Rp 17.300 per kilogram. Kerugian ini, menyebabkan sejumlah peternak terancam gulung tikar.

Di tengah pandemi covid-19, peternak ayam petelor di Kabupaten Blitar, menjerit. Sebab, harga telor anjlok hingga Rp 10.500 per kilogram, dari kandang. Padahal sebelumnya, harga relatif stabil Rp 17.300 per kilogram. Harga Rp 10.500 ini merupakan terendah semenjak puluhan tahun terakhir. Menurunnya harga telor ini menjadikan puluhan peternak di Kabupaten Blitar merugi. Bahkan, terancam gulung tikar karena tak sebanding dengan harga pakan . Slamet Daroini, seorang peternak, mengaku pasrah dengan anjloknya harga telor tengah wabah corona ini. Kerugian terus menghampiri, sementara harga telor fluktuatif, dan cenderung dibawah harga normal.

Sementara, dinas peternakan dan perikanan Kabupaten Blitar, mendata ada beberapa faktor yang menyebabkan kerugian peternak. diantaranya, pelaksanaan PSBB di sejumlah kota besar dan belum maksimalnya operasional kapal laut bermuatan sembako di sejumlah dermaga. Peternak di Kabupaten Blitar mampu menghasilkan telor sekitar 600 ton lebih per hari, untuk dikirim keluar daerah dan luar pulau. Untuk keluar pulau, tak kurang sekitar 150 ton per hari. (khoirul/stv)