Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Sifat arogansi ditunjukkan satuan pengaman/Satpam kantor BP Jamsostek Darmo Surabaya. Dengan arogannya semua peserta BP Jamsostek yang hendak mengurus sesuatu di kantor itu dilarang masuk di ruang tunggu tanpa alasan. Bahkan, dengan angkuhnya satpam yang berpakaian alat pelindung diri/APD warna coklat yang saat itu bertugas ketika ada peserta yang menanyakan atas perintah siapa pelarangan tersebut langsung dijawab ‘saya’. Apalagi, peserta yang hendak masuk ke ruang tunggu kantor BP Jamsostek Darmo tidak disediakan kursi yang memadai.

Bahkan, tidak ada aturan physical distancing yang diterapkan. Akibatnya, peserta duduk di kursi tunggu yang terbatas terlalu berdekatan dan ini melanggar aturan PSBB. Sedangkan peserta BP Jamsostek yang tidak kebagian tempat duduk terpaksa berdiri juga saling berdekatan. ‘’Disaat pemerintah sedang gencar-gencarnya mengkampanyekan #jagajarak #cucitangan #dirumahaja, ini ada satpam BUMN yang bertindak arogan sok jagoan melarang masuk peserta BPJS Ketenagakerjaan di BP Jamsostek Darmo.

Padahal, mereka tentu ada keperluan, bahkan ada yang mau membayar iuran bulanan dari perusahaan,’’ kata Bambang, yang kecewa terhadap sikap arogan satpam di Surabaya Rabu (13/4). Karena itu, dia minta, pimpinan BP Jamsostek Darmo memberi sanksi satpam yang berpakaian APD itu diberi sank keras karena melaksanakan tugas arogan dan cederung tidak sopan. Padahal, yang dihadapi adalah peserta BP Jamsostek yang menjadi nasabahnya yang seharusnya dilindungi dan dilayani dengan santu dan beretika.
Bambang, yang peserta BP Jamsostek sejak 1993 itu sangat menyesalkan ada satpam BUMN yang bertindak arogan itu.

‘’Sudah seharusnya pimpinan BP Jamsostek Darmo memberi sanksi tegas berupa pemecatan. Aatau minimal pengurangan gaji biar mereka kapok dan buat pelajaran bagi satpam lainnya perlunya bersikap sopan terhadap peserta,’’ kilahnya. (bw)