Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Ratusan warga Rungkut Lor dan Kedung Baruk Surabaya yang dinyatakan reactif rapid tes menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Bagi warga yang dinyatakan positif langsung dikarantina.

Ratusan warga Rungkut Lor dan Kedung Baruk Surabaya terpaksa dievakuasi Satpol PP karena reactif rapid tes. Mereka langsung menjalani tes swab atau PCR di Rumah Sakit Husada Utama untuk memastikan apakah mereka positif covid 19 atau tidak. Bagi warga yang dinyatakan positif dari hasil tes swab akan dikarantina di salah satu hotel di Surabaya hingga sembuh dengan biaya Pemkot Surabaya.
tim tracing gugus tugas percepatan penanganan covid 19 Jatim kini sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Surabaya untuk menindaklanjuti kasus ini dengan mengisolasi warga serta menutup akses kampung. Menurut Ketua Tim Tracing Percepatan Penanganan Gugus Tugas covid 19 Jatim, adanya penularan ini diduga bagian dari klaster pabrik rokok sampoerna di Rungkut 2 menyusul banyak karyawan pabrik setempat terkonfirmasi positif covid-19 yang tinggal di dua wilayah ini.

Untuk mencegah penularan ini semakin meluas, Ketua Tim Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid 19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi, menghimbau warga yang reactif rapid tes agar menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing masing. Selama masa isolasi ini warga diwajibkan mengikuti protokol kesehatan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Seperti diketahui, Senin (11/5) Pemkot Surabaya menggelar rapid test atau tes cepat covid-19 di Rungkut Lor dan Kedung Baruk. Rapid test ini diikuti 468 orang warga Rungkut Lor dan Kedung Baruk. Hasilnya, ada 188 warga dinyatakan reaktif dengan rincian 74 orang berasal dari Rungkut Lor, 61 orang dari RW 02 Kedung Baruk dan 53 orang dari RW 03 Kedung Baruk. (feri/stv)