Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Guna mengoptimalkan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar tahap kedua untuk wilayah Surabaya Raya, Gubernur Jawa Timur memberikan sanksi tegas bagi pelanggar berupa tidak ada pelayanan pembuatan SIM dan SKCK selama enam bulan kedepan. Hal itu dikemukakan Gubernur Jatim, Khofifah, terkait perkembangan penanganan pandemi covid-19, di Grahadi Surabaya Minggu (10/5) malam.

Khofifah mengatakan, sanksi tegas yang akan diterima bagi pelanggar PSBB di Surabaya Raya adalah, pelanggar tidak bisa mengurus SIM dan SKCK selama enam bulan kedepan. Langkah ini diambil agar penerapan PSBB di wilayah Surabaya Raya dalam upaya menekan penyebaran pandemi covid-19 berhasil. (feri/stv)