Surabaya,(bisnissurabaya.com) –  Pembatasan sosial bersjala besar Surabaya Raya diprediksi diperpanjang. Namun Pemprov Jatim masih akan melakukan observasi 2 hari terakhir pelaksanaan PSBB. Sementara, Tim Survailans Fakultas kesehatan masyarakat Jatim mengusulkan agar PSBB Surabaya Raya diperpanjang 14 hari kembali, karena hasil PSBB sepanjang 11 hari hasilnya dinilai tidak bagus.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan melakukan observasi 2 hari terakhir penerapan PSBB di wilayah Surabaya Raya. Observasi ini dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan PSBB selama 14 hari yang mulai dilaksanakan sejak 28 April lalu. Jika masih terjadi tren peningkatan kasus, PSBB Surabaya Raya dimungkinkan diperpanjang.

Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Heru Tjahjono, mengatakan, berdasarkan survei kasus covid-19 yang dilakukan tim gugus tugas penanganan covid-19 Jatim, dua daerah yakni Gresik dan Sidoarjo menunjukkan perkembangan kasus covid-19 cukup datar, namun, peningkatan kasus justru terjadi di Surabaya yang mencapai 592 kasus. Data statistik perkembangan covid-19 di 3 daerah tersebut akan jadi pedoman, apakah akan diperpanjang atau tidak.

Sementara, Tim Survailans Fakultas kesehatan masyarakat unair mengusulkan agar pelaksanaan PSBB Surabaya diperpanjang 14 hari lagi. Hal ini, berdasarkan jurnal tentang masa infeksi virus corona bisa mencapai 25 hari. Selain itu, usul perpanjangan ini dari hasil yang tak bagus dari pelaksanaan PSBB Surabaya Raya hingga hari ke-11. karena kurang disiplinya masyarakat mentaati Physical Distancing dan menerapkan protokol kesehatan.

Untuk data jumlah kasus positif covid-19 di Jatim menjadi 1.281 kasus, dengan jumlah 227 orang. Sementara yang dirawat 913 orang, dan yang meninggal dunia akibat covid-19 di Jatim141 orang. (feri/stv)