Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Saat wabah covid 19 merebak, justru memunculkan kreativitas di masyarakat. Tak kecuali dengan Abah Salamun, warga Karangan RT 4 RW 01 Kelurahan Sawunggaling ini dengan tangan kreatifnya dapat menyelesaikan video klip ‘Badai Pasti Berlalu’ berdurasi 5 menit 29 detik. Sebetulnya, pembuatan video klip yang diakuinya memakan waktu tiga hari ini sangat sederhana sekali.
Tetapi, karena dibuat berkaitan dengan wabah covid 19 dan himbauan pemerintah himbauan agar masyarakat #dirumahaja #jagajarak #cucitangan ini video tersebut menjadi menarik.

‘’Saya sebetulnya masih dalam taraf belajar. Jadi tidak bisa dikatakan hebat,’’ kilah Abah Salamun, kepada bisnissurabaya.com di Surabaya Jum’at (8/5) pagi. Menurut Abah, sejak wabah corona merebak Februari lalu, dirinya merasa prihatin dengan cobaan yang dikirim sang pencipta bumi ini. Karena itu, Abah Salamun, yang tercatat sebagai pensiunan aparatur sipil Negara/ASN ini memainkan jemari tangannya dengan mengumpulkan foto kegiatan warga di RT 4 RW 01 Kelurahan Sawunggaling Kecamatan Wonokromo Surabaya yang dipadukan dengan lantunan lagu Badai Pasti Berlalu.

Pembuatan video klip yang tergolong kampanye dengan ikut menggaungkan himbauan pemerintah agar masyarakat tetap #dirumahaja #jagajarak #cucitangan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona ini, diakui Abah Salamun, hanya sebagai keprigelan jari jemari ini saja. Meski demikian, dalam membuat video klip yang memadukan antara narasi, foto dan lagu ini, dirinya sering melakukan konsultasi kepada putrinya yang juga seorang ASN ini. ‘’Anak saya tahu, kalau saya memiliki kemampuan membuat video klip.

Apalagi saya munculkan lagu ini karena kondisi dunia lagi berduka termasuk Indonesia,’’ ujar Salamun. Dalam sampul video klip tertulis ‘Edukasi RT 04/RW 01 Karangan Surabaya #dirumahaja #jagajarak #cucitangan Social Distancing Just Stay at Home’. (bw)