Surabaya,(bisnissurabaya.com) Bagi santri di kalangan nahdliyyin, ramadhan tahun ini tidak menyurutkan semangatnya untuk mengkaji berbagai kitab klasik, meski dunia menghadapi covid-19. Justru para santri memanfaatkan digital untuk mengikuti kajian kitab via online, atau ngaji virtual. Mau tahu keseruan para santri mengikuti kajian kitab kunig di tengah pandemi covid-19, berikut liputannya.

Diawali dengan cuci tangan dengan sabun anti bakteri, para santri salah satu pondok pesantren di Surabaya, semangat memanfaatkan ramadhan tahun ini dengan mengikuti nalaran atau kajian kitab kuning. Setelah itu, para santri menyiapkan tempat duduk sesuai protokol kesehatan. Yakni Pshycal Distancing atau saling menjaga jarak. Kajian kitab kuning ini dilakukan biasanya ba’da shubuh. Ada pula yang menggelar di malam hari ba’da tadarus al qur’an.

Tradisi ini terus berlangsung hingga saat ini, meski di tengah pandemi covid-19 sebagian santri masih mengikuti kajian kitab kuning. Namun, ada sebagian satri yang mengikutii kajian kitab kuning dengan sistem daring atau ngaji virtual.
Hal ini dilakukan karena situasi ramadhan tahun ini jauh berbeda dari tahun sebelumnya, karena dunia sedang menghadapi wabah corona atau covid-19. Meski demikian, bukan berarti menyurutkan semangat para santri untuk mengikuti kajian kitab secara virtual, dengan memanfaatkan digital.
Firman Maulana Ardiansyah, seorang santri mengaku tetap menikmati kajian yang dilakukan di tengah wabah covid-19 ini, walaupun pondok sedang libur. Namun tak menyurutkan semangat para santri untuk terus belajar kitab kuning. (irwanda/stv)