Ngawi, (bisnissurabaya.com) – Dalam menanggulangi pencegahan covid 19 dan Pemerintah Kabupaten, Pemkab Ngawi, mengambil kebijakan khusus dalam hal perdagangan. Misalnya, melarang pedagang pasar dari luar daerah masuk ke Ngawi dan membatasi jam buka pedagang. Hal ini untuk mencegah penyebaran wabah virus Corona di Ngawi. Kepala Dinas DPPTK, Yusuf Rosadi, mengatakan, kebijakan dari Pemkab Ngawi mulai 2 April lalu semua pedagang yang berasal dari luar kota untuk sementara waktu tidak diperbolehkan berdagang di Ngawi.

Ia mengatakan sejak pandemi corona, kondisi di pasar tradisional sepi. Pengunjung berkurang sekitar 50 persen. Demikian juga dengan pedagang yang masih bertahan sekitar 65 persen. Hal ini berdampak pada omzet. “Pemkab akan memberikan kompensasi pembebasan retribusi bagi pedagang mulai April sampai Mei ini,” ujarnya.

Dari data DPPTK Ngawi ada sekitar 6.673 pedagang yang ada di kabupaten ini. Namun, saat ini pedagang yang masih aktif sekitar 4.379. Sedangkan yang tidak berjualan 2.258 pedagang. Ia berharap, corona cepat berlalu. Untuk itu, diperlukan kepatuhan masyarakat dalam hidup sehat. Seperti, jaga pola makan dan patuhi aturan pemerintah demi memerangi penyebaran virus corona. (eko)