Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Program Lumbung Pangan Jatim yang digagas Gubernur Khofifah Indar Parawansa sejak 21 April lalu mendapatkan respon masyatakat. Terhitung 3 Mei, data transaksi penjualan Lumbung Pangan Jatim tembus Rp 1,96 miliar. Total transaksi tersebut merupakan akumulasi transaksi dari tiga metode penjualan yang dibuka dalam layanan Lumbung Pangan Jatim. Yaitu, penjualan melalui outlet di Jatim Expo, penjualan online gratis ongkir melalui website http://www.lumbungpanganjatim.com, serta penjualan dengan cara pre-order drive-thru
lewat aplikasi Meeber. Berdasarkan data dari penyelenggara Lumbung Pangan Jatim, lima besar
komoditas pangan yang paling diburu masyarakat adalah gula, beras, minyak goreng, telur, bawang putih, mie instant, kecap, dan produk produk frozen seperti ayam, ikan, dan buah beku.

Untuk komoditas gula nilai transaksinya Rp 601 juta dengan rata-rata penjualan mencapai 4 sampai 8 ton per harinya. Khusus untuk komoditas gula ini, dibatasi per orang maksimal dua pack gula dengan harga Rp 12.500,- per kg. “Per 03 Mei ini, nilai transaksi Lumbung Pangan Jatim sudah tembus Rp 1,96 miliar. Program ini akan berlangsung hingga bulan Juli. Masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan, dan juga sedang dalam proses Pembatasan Sosial Berskala Besar/PSBB, physical distancing bisa memanfaatkan belanja online lewat website yang ada fasilitas free ongkir sampai jarak 20 kilometer,” kata Gubernur Khofifah, Minggu (3/5). Dengan memanfaatkan layanan belanja online melalui website tersebut, Pemprov Jatim juga menggandeng para driver ojek online, Gojek, untuk membantu pengiriman barang sampai ke tempat pembeli.

Sesuai sistem yang berlaku, pembeli yang ingin dapat free ongkir bisa memesan komoditas belanjaan Lumbung Pangan Jatim yang diinginkan melalui website tersebut di atas. Perlu diketahui, seluruh komoditas di Lumbung Pangan Jatim ini dijual di bawah harga pasar, yang tentunya akan membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat. Lebih lanjut, setelah melakukan pembayaran secara virtual dan menginformasikan titik pengiriman, maka driver ojek online dan PT Pos Indonesia yang sudah bekerja sama dengan Lumbung Pangan Jatim akan mengantarkan belanjaan ke tempat yang dituju dengan biaya pengiriman yang ditanggung oleh Pemprov Jatim.

“Peminat belanja online free ongkir ini ternyata cukup banyak, dari catatan kami, dalam sehari yang belanja online rata-rata sampai 389 orang sehari dan semuanya diantar oleh driver ojek online dan PT Pos Indonesia. Satu orang driver ojek online bahkan bisa mengantar tiga sampai empat bahkan beberapa ada yang mendapat sampai tujuh pengiriman belanjaan,” ucap gubernur perempuan pertama Jatim ini. Hal ini menjadi bukti bahwa Pemerintah Provinsi Jatim berkomitmen kuat untuk turut mengatasi dampak sosial ekonomi akibat covid-19 dan juga pemberlakuan PSBB di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik, dengan memberdayakan driver ojek online di Lumbung Pangan Jatim ini.

Sedangkan untuk pembelanjaan offline melalui outlet Jatim Expo, menurut dia, masyarakat tetap dipantau ketat untuk menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi covid-19. Setiap waktunya, hanya ada 50 orang yang diperbolehkan untuk masuk secara bersamaan ke dalam gedung penjualan. Dan mereka juga dicek suhu tubuh, harus menggunakan masker dan wajib menerapkan physical
distancing. Jumlah pengunjung offline di JX mencapai 15.304 orang sejak 21 April sampai hari ini 3 Mei, dengan rata-rata pengunjung sekitar 1.177 orang per harinya. Rata-rata mereka yang belanja online maupun yang belanja secara langsung di outlet Jatim Expo memiliki transaksi pembelanjaan antara Rp 100.000 hingga Rp 110.000. Ini menunjukkan bahwa program Lumbung Pangan Jatim tepat sasaran, karena mereka yang membeli lebih banyak adalah orang yang membeli sesuai kebutuhan, bukan untuk menimbun, bahkan banyak yang belanja Rp50.000 – Rp 60.000 melalui website dapat free ongkir sampai Rp 40.000 sekali transaksi. “Dalam waktu dekat, kami juga akan menyiapkan program cash on delivery/COD kerjasama dengsn PT Pos. Hal ini untuk memperluas layanan kepada masyarakat yang tidak harus keluar rumah untuk belanja kebutuhan pokok. Saat ini juga sedang dimatangkan Lumbung Pangan Jatim di kawasan Malang Raya. Kini tempat dan teknisnya sedang kami siapkan. Karena program ini akan berjalan tidak sebentar dan stok logistiknya cukup, maka kami kembali mengingatkan pada masyarakat untuk
belanja secukupnya tanpa ada panic buying,” pungkas Khofifah. (bw)