Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pandemi Covid-19 membuat kalangan pengusaha kalang kabut. Mereka kesulitan dan bimbang agar industrinya bertahan supaya tidak melakukan pemutusan hubungan kerja/PHK. Pada Hari Buruh Internasional Jum’at (1/5), pengusaha minta dukungan pemerintah kepada industri agar dapat membantu pekerja untuk bisa bertahan, terutama dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti ini.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Timur, Arief Harsono, mengatakan kondisi saat ini berdampak terhadap sektor usaha yang berpengaruh untuk mengambil langkah-langkah yang berat. Banyak kalangan usaha kesulitan bertahan.

“Ini kondisi yang sulit, tentu banyak industri perusahaan yang terpengaruh. Sehingga, kita juga tidak bisa begitu saja pekerja di rumahkan atau PHK. Namun, saat ini kita mencari solusi supaya tidak melakukan PHK terhadap pekerja,” katanya.

Keputusan melakukan PHK saat ini dirasa cukup sulit dilakukan pengusaha disatu sisi mereka harus menyediakan pesangon. Banyak dari keputusan itu mengambil jalan tengah yakni dengan merumahkan pekerja.
“Saat ini yang bisa kami lakukan di kondisi sulit sekarang. Karena, memang kondisinya yang tidak memungkinkan,” katanya. Pihaknya, pun berharap dukungan dari pemerintah untuk membantu industri yang dipastikan berimbas pada para karyawan. “Pengusaha juga tidak menginginkan ada PHK, namun keadaan terpaksa banyak merumahkan karyawan saat ini,” tandasnya.
Kondisi pandemi Covid-19, menurut Arief, bukan saja perusahaan besar terkena imbasnya sektor UKM, industri kecil semua juga terimbas. Tetapi, pihaknya meyakini kondisi akan membaik pada semester II/2020, dengan catatan seluruh pihak disiplin menjalankan protokol kesehatan.
“Ini kondisi yang sulit bagi dunia usaha. Smua terimbas dari covid-19 mulai perusahaan besar hingga UMKM. Stimulus dari pemerintah lah yang kami harap agar juga terjadi PHK secara massal saat ini,” ujarnya.
Namun, pihaknya meyakini, di juni-juli nanti, ekonomi berputar kembali dan membaik di semester II/2020 ini. Seperti diketahui, dari data dinas tenaga kerja/Disnaker Surabaya jumlah karyawan yang di PHK untuk bidang formal sebanyak 481 karyawan. Untuk pekerja yang di rumahkan sebanyak 1520 pekerja. Sementara, pekerja informal sebanyak 204 karyawan yang dirumahkan. (ton)