Tuban, (bisnissurabaya.com) – Tidak semua mantan nara pidana/napi, kembali berbuat kejahatan dan masuk penjara lagi. Di Kabupaten Tuban, ada sejumlah mantan napi yang justru masuk pondok pesantren/Ponpes, hingga bisa mengaji dan melakukan berbagai aktifitas di ponpes. Rata-rata mereka terjerat kasus penganiayaan, narkoba, pencurian, dan pembunuhan. Di ponpes ini, mereka ditempa ilmu agama, sehingga bisa menjadi pribadi yang bersahaja dan lebih baik lagi dalam meniti kehidupan. Sehingga berguna bagi nusa dan bangsa.

Inilah Muhammad Choirudin alias Ba’un, mantan narapidana yang baru keluar dari penjara, saat bersama teman-temannya sesama mantan napi, sedang beraktifitas mengaji, di Ponpes Nurussalam Wali Songo, di Bukit Gomang Desa Laju Lor, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban.

Pemuda 26 tahun ini, masuk penjara gara-gara kasus penganiayaan dan pencurian, saat dirinya mengamen di bus antar kota dan bergabung dengan Komunitas Punk di Tuban.

Mantan napi sedang bercocok tanam di Kebun Pondok Pesantren. (Foto/mulyanto)

Setiap sore setelah sholat Ashar, Ba’un dan teman-temanya mengaji di ruang terbuka. Surat-surat pendek dari al qur’an, mengalun dari pria yang di lengan dan wajahnya dipenuhi tato ini.

Sekeluar dari penjara, Ba’un mendapat informasi dari teman -temannya yang juga mantan napi, agar ke pondok pesantren, untuk menjadi santri. Bertahun-tahun menjalani hidup di jalanan dan berakhir di penjara, membuat Ba’un, akhirnya sadar, dan memilih jalan hidup religius yang dekat dengah Tuhan.

Selepas mengaji, Ba’un langsung memberikan makan kambing dan sapi, yang disediakan pengasuh pondok, untuk di rawat oleh Ba’un dan teman-temannya. Sebagian mantan napi yang lain, bercocok tanam dan merawat tanaman jagung, mulai menanam hingga masa panen.

Selain kasus pengeroyokan dan pencurian seperti Ba’un, mantan napi yang saat ini berjumlah lima puluhan itu, juga ada kasus seperti pencurian kayu, perampokan. Bahkan ada yang menjadi pembunuh bayaran. Seperti mantan napi yang saat ini sudah pulang di Ciamis, Jawa Barat, setelah menjadi santri di ponpes ini selama delapan tahun, yang pernah menjadi pembunuh bayaran angkatan John key.

Di Ponpes Nurussalam Walisongo, Gomang ini, memang sudah biasa menjadi kewajiban menerima para mantan napi, yang sekeluar dari penjara, menjadi santri di ponpes ini. Pengasuh Ponpes Nurussalam Walisongo, KH Abraham Najjah, berharap, mantan napi yang menjadi santri ini, agar menjalani hidup yang lebih baik, dan berguna bagi nusa dan bangsa. (mulyanto/stv)