Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Industri jasa angkutan darat tetap berkembang walau ekonomi domestik sedang
melambat. Ini didukung pemerintah yang terus mengembangkan pembangunan infrastrukur darat.
Penegasan itu dikemukakan Corporate Secretary PT Putra Rajawali Kencana, Ratna Hidayati, kepada bisnissurabaya.com di Surabaya Kamis (30/4).
Ia mengatakan, Industri jasa angkutan darat akan selalu dibutuhkan dalam menunjang kegiatan usaha perseroan untuk mendistribusikan berbagai macam barang industri.
Menurut dia, perusahaan yang bergerak dalam bidang logistik untuk kebutuhan antar industri saat ini
melayani berbagai kebutuhan angkutan barang, penunjang infrastruktur, dan pendukungnya.

Seperti tiang listrik, tiang pancang, box culvert, bantalan rel, asbes, dan bata ringan/hebel. Selain itu, kata Ratna, untuk mendapatkan pemasukan dari bisnis trucking melalui sumber proyek yang berbeda. Yaitu, barang jadi atau finished goods, dan komoditas. Seiring dengan pertumbuhan yang baik, pihaknya berencana menambah fasilitas armada baru dan bekas, serta ban dan karoserinya.
“Pangsa pasar utama perseroan adalah wilayah Jawa dan Sumatera. Dengan 155 truk kategori medium
truk pihaknya yakin dapat terus berkembang,” tegasnya.
Ia menambahkan, setelah masuk bursa saham, perseroan berencana membeli 205 truk kategori medium truk untuk memperkuat pasar logistik nasional.

Pada bagian lain, Ratna menjelaskan, hasil kinerja jasa angkutan truk pada 2019 lalu. “Pendapatan Pura Trans tumbuh 153 persen pada 2019 lalu,” ujar Ratna.
Ia menjelaskan, bila dibandingkan 2018, yaitu sebesar Rp 88.464.453.282. Sementara pada 2018, pendapatan Perseroan Rp 34.937.222.415. Hal ini terlihat pula pada laba yang naik menjadi Rp 5.063.989.535 pada 2019 dari Rp 1.224.302.893 pada tahun 2018 atau naik sebesar 314 persen. Pertumbuhan pendapatan bersih ini, kata dia, salah satunya karena penambahan armada pada 2019 sebanyak 109 unit dari sebelumnya 46 unit. (bw)