Blitar, (bisnissurabaya.com) Meski sempat dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit/RS Mardi Waluyo Kota Blitar, namun, nyawa seorang pemuda, 28 tahun, berstatus PDP tak dapat diselamatkan. Pasien dengan gejala klinis yang mengarah terpapar virus corona ini dimakamkan standar covid 19. Inilah proses pemakaman seorang pria berusia 28 tahun, warga Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Pemuda tersebut meninggal dunia setelah sebelumnya sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum/RSU Mardi Waluyo, Kota Blitar.

Pasien berstatus PDP memiliki riwayat perjalanan dari Kalimantan, sehingga di makamkan dengan standar covid 19. Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekni, membenarkan informasi yang telah berkembang di media sosial tersebut. Pasien meninggal diduga terpapar virus corona. Namun, rekam medisnya menyatakan bahwa pasien menderita gangguan paru-paru sejak kecil.

Pasien dinyatakan meninggal pukul 23.50 WIB dan langsung dimakamkan di TPU Desa Kalipucung dengan protap covid 19. Dari data Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Blitar, tercatat sebanyak 6 kasus positif covid 19. Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan mencapai 22 orang. (khoirul/stv)