Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Di tengah pandemi Covid-19, Bank Indonesia (BI) Jawa Timur/Jatim memastikan layanan sistem pembayaran yang aman, lancar, andal, dan efisien. Disamping itu, memastikan ketersediaan uang rupiah di masyarakat. Jaminan kelancaran itu, telah melibatkan Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR) dalam pendistribusian uang layak edar. Sehingga kegiatan penukaran uang layak edar yang rutin dilakukan dalam menyambut ramadhan dan lebaran dapat dilakukan melalui perbankan.

Kepala Perwakilan BI Jatim, Difi Ahmad Johansyah, menjelaskan, BI memastikan, uang layak edar telah terjaga kebersihannya sesuai protokol Covid-19. “BI telah menyiapkan layanan kas khusus perbankan di Lokasi Kerja Alternatif (LKA), yaitu di Gedung De Javasche Bank, sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19,” kata Difi, di Surabaya Selasa (28/4). Difi menambahkan, dalam mendukung transaksi pembayaran masyarakat secara non tunai dalam situasi pandemic Covid-19, BI telah mengeluarkan sejumlah ketentuan relaksasi kebijakan sistem pembayaran. Antara lain, kebijakan penyesuaian tarif Merchant Discount Rate/MDR untuk pelaku usaha mikro serta kebijakan pelonggaran kartu kredit efektif per 1 Mei.
“BI Jatim mendukung sepenuhnya upaya pemda menangani penyebaran dan dampak covid-19, termasuk kebijakan dalam mengimplementasikan PSBB di sejumlah wilayah. Serta terus mengawal kelancaran sistem pembayaran dan menjaga ketersediaan uang rupiah di Jatim,” pungkas Difi.

Sementra, Kepala Group Sistem Pembayaran & Pengedaran Uang Rupiah, Imam Subarkah, menegaskan, BI Jatim juga berkoordinasi dengan Pemda dalam hal kegiatan operasional Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asisng Bukan Bank (KUPVA BB) di Jatim untuk meminimalisir terjadinya tumpukan settlement transaksi dikemudian hari. Sampai 27 April, terdapat 6 dari 65 KUPVA BB di Jatim telah menutup sementara kegiatan usahanya. Dan sejak akhir Maret transaksi KUPVA BB mengalami penurunan hingga ± 50- 80 persen dari kondisi normal. Sementara itu, transaksi Penyelenggara Transfer Dana Bukan Bank (PTD BB) secara umum masih stabil.

Terdapat 1 negara partner, Timor Leste yang masih melakukan lockdown. Sehingga transaksi PTD dari negara tersebut mengalami penurunan transaksi hingga 50-70 persen. Sedangkan untuk negara partner PTD lainnya seperti Hongkong dan Taiwan tidak terjadi penurunan transaksi. “Untuk mendorong optimalisasi pembayaran secara non tunai, BI Jatim terus mendukung implementasi penggunaan QRIS pada merchant-merchant di Jatim. Sejak akhir Februari hingga 24 April terdapat pembahan 67.175 merchant QRIS baru, atau meningkat 20,7 persen,” jelas Imam. (ton)