Surabaya, (bisnissurabya.com) – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar/PSBB di Surabaya pada hari pertama yang menimbulkan kemacetan di Bundaran Waru membuat prihatin semua pihak. Hal ini menjadi bahan evaluasi Polda Jawa Timur/Jatim dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, untuk mencari formulasi baru agar tak terjadi penumpukan kendaraan pada lokasi check point.

Hari pertama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar di wilayah Surabaya, menimbulkan kemacetan panjang karena ribuan kendaraan yang datang dari arah Sidoarjo antri di check poin Bundaran Waru.
Hasil evaluasi Polda Jatim dan Tim Gugus Tugas Covid-19 menyatakan, penumpukan kendaraan yang terjadi pada hari pertama pelaksanaan PSBB dikarenakan banyaknya warga yang masih belum mentaati aturan PSBB.

Seperti, masih adanya kendaraan roda 2 yang berboncengan bukan satu keluarga, penumpang mobil yang melebihi ketentuan PSBB, serta adanya warga luar kota yang masuk ke wilayah Surabaya, tanpa adanya kepentingan seperti dalam ketentuan PSBB.
Sekdaprov Jatim, Heru Cahyono, mengatakan, penumpukan kendaraan terjadi dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat mentaati aturan pemberlakuan psbb. Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menambahkan, penumpukan kendaraan yang terjadi di Bundaran Waru dikarenakan petugas di lapangan harus melakukan pemeriksaan satu per satu kendaraan yang akan masuk ke kota Surabaya.

Dalam 3 hari pertama penerapan PSBB ini petugas masih melakukan himbauan dan teguran secara lisan terhadap para pelanggar, termasuk minta pelanggar untuk putar balik, kembali ke daerah asal. (feri/stv)