Bojonegoro, (bisnissurabaya.com) – Ditengah pandemi covid-19, Bupati Bojonegoro melakukan mutasi secara massal dalam rangka mengisi kekosongan jabatan. Namun, dalam pelaksanaan mutasi ini, Bupati tidak melibatkan baperjakat dan diduga banyak pejabat eselon yang tak sesuai posisi. Beginilah suasana pelantikan pejabat di Pemerintahan Kabupaten Bojonegoro. Sebanyak 84 pejabat dilantik oleh Bupati di Halaman Pendopo Pemkab Bojonegoro.

Anehnya, di tengah pandemi covid 19, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro malah melakukan mutasi pegawai di lingkungan Pemkab setempat. Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah, mengatakan, pelantikan ini untuk penyegaran diinstansi Pemerintah. Selain itu, terjadi kekosongan pejabat. Sehingga mutasi ini untuk mengisi pejabat yang kosong.

Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro, Budi Irawanto, menyayangkan apa yang dilakukan bupati, karena saat pemdemi covid-19 bukan serius menangani covid, tapi Pemkab Bojonegoro malah melakukan mutasi dan pelantikan. Padahal, baru saja kemarin dilakukan rapid test pada beberapa Kepala Dinas dan Kepala Bidang ada diantara mereka yang hasilnya positif. Sejak awal Pemerintahan periode ini, Bupati sudah melakukan delapan kali mutasi. Namun, tak pernah sekalipun melibatkan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kabupaten Bojonegoro.

Sehingga berdampak tumpang tindih golongan. Ada beberapa golongan yang tak pas. Sebagai contoh di cipta karya ada kabid golongan III C dengan kasi golongan IV A. Sementara Kabid terjadi diisi dengan golongan III C. (mulyanto/stv)