Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Mengantisipasi penyebaran Covid-19, tahun ini Bank Indonesia/BI Perwakilan Jatim meniadakan penukaran uang baru di luar kantor perbankan. Namun, penukaran uang baru hanya bisa dilakukan di kantor perbankan yang sudah bekerjasama dengan BI Jatim. penukaran uang pecahan kecil ramadan dan lebaran ini secara khusus akan dilayani 273 kantor perbankan di seluruh Jatim. Upaya itu dilakukan untuk keamanan dan perlindungan dari wabah Covid-19.

Kepala Kantor Perwakilan Wilayah IV BI, Difi A Johansyah, menjelaskan, sejumlah kebijakan strategis untuk mencegah penyebaran corona terus dilakukan. Untuk itu, masyarakat harus mendukung langkah pemerintah, agar penerapan pembatasan sosial berskala besar/PSBB berjalan efektif. “Salah satu langkah strategis yang diambil pemerintah adalah dengan memberlakukan PSBB diberbagai kota seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik,” jelas Difi A Johansyah saat menggelar bincang bareng media lewat aplikasi rapat online, Selasa (28/4). Namun, untuk mendorong optimalisasi pembayaran secara non tunai, BI Jatim terus mendukung implementasi penggunaan QRIS pada merchant-merchant di Jatim.

Sejak akhir Februari sampai 24 April, terdapat pembahan 67.175 merchant QRIS baru, atau meningkat sebesar 20,7 persen. Kepala Group Sistem Pembayaran dan Pengedaran Uang Rupiah (PUR) Layanan dan Informasi BI Jatim, Imam Subarkah, menegaskan, penyediaan uang tunai oleh BI juga telah dipastikan dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat karena BI telah menghitung berapa kebutuhan saat lebaran.

“Tetap memperhatikan hal itu, pastinya kebutuhan uang pecahan masyarakat lebih kecil dibanding tahun lalu. Kami perkirakan kebutuhan mencapai Rp 25,28 triliun, turun dibanding realisasi tahun lalu yang mencapai Rp 26 triliun hingga Rp 27 triliun,” jelasnya.

Selain itu, BI Jatim juga melibatkan Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah/PJPUR dalam pendistribusian uang layak edar. Sehingga kegiatan penukaran uang layak edar yang rutin dilakukan dalam menyambut ramadhan dan Idul Fitri dapat dilakukan melalui perbankan. BI juga memastikan bahwa uang layak edar tersebut telah terjaga kebersihannya sesuai dengan protokol Covid-19. (ton)