Bojonegoro, (bisnissurabaya.com) Ditengah pandemi covid 19/, Pasar Hewan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur/Jatim tetap buka seperti biasa. Bahkan tampak tidak ada petugas medis dan physical distancing atau aturan jarak, sesuai protap covid-19. Kondisi tersebut menjadi perhatian dari kalangan DPRD Kabupaten setempat. Bahkan, DPRD mengancam akan bergerak dan melakukan penutupan pasar, apabila Pemerintah tak indahkan anjuran Pemerintah Pusat.

Kabupaten Bojonegoro, saat ini sudah menyandang status zona merah sebaran virus corona atau covid-19. Meski demikian, penerapan prosedur covid-19 masih belum tampak berjalan. Seperti penerapan physical distancing maupun prosedur covid-19 lainnya.
Kondisi ini setidaknya terjadi di Pasar Hewan Kota Bojonegoro. Ribuan pedagang dan pembeli hewan di pasar ini tampak tak menghiraukan himbauan dari Pemerintah tentang ancaman penyebaran virus corona atau covid-19. Selain tak menerapkan physical distancing, petugas medis untuk mengantisipasi pembeli dan pedagang dari luar kota Bojonegoro juga tidak tampak. Sehingga, para pedagang dan pembeli baik dari dalam maupun luar kota Bojonegoro bisa dengan bebas membaur satu dengan yang lainnya.

Kondisi ini cukup rentan terjadi penyebaran virus corona atau covid-19. Hal ini sangat bertentangan dan bertolak belakang dengan apa yang dianjurkan oleh Pemerintah Pusat dalam memerangi penyebaran wabah pandemi virus corona atau covid-19.
Para pedagang dan pembeli yang datang di Pasar Hewan Bojonegoro ini, dipastikan tak sedikit yang berasal dari luar kota, termasuk daerah zona merah sebaran covid-19. Seperti Magetan, Gresik, Lamongan, Tuban bahkan dari Kabupaten Blora dan Klaten, Jawa Tengah/Jateng, serta sejumlah daerah dan kota yang berstatus zona merah sebaran covid-19 lainnya.

Sementara, menanggapi kondisi ini, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Syukur Priyanto, mengancam akan bergerak dan menutup pasar apabila tidak ada tindakan dari Pemerintah dan Tim Gugus tugas covid-19. (mulyanto/stv)