Lamongan, (bisnissurabaya.com) – Alat deteksi covid-19, yang dipesan dari Korea Selatan oleh Pemerintah Kabupaten/Pemkab Lamongan, sudah datang. Alat seharga Rp 280 juta tersebut, diyakini mampu mendeteksi dengan cepat dan akurat. Enam orang hanya butuh 10 menit. Namun, alat tersebut, belum bisa dioperasikan. Pasalnya, reagent komponen pendukung belum datang. Inilah AB Plus alat deteksi covid-19 yang dinilai super canggih, dari rapid test maupun swab, yang selama ini dipakai di Indonesia untuk mendeteksi penyebaran virus covid-19.

Karena rapid test dan swab kerjanya dianggap lambat dan lama, Pemkab Lamongan, memutuskan membeli alat deteksi dari Korea Selatan, AB Plus Avias-6. Mesin deteksi seharga Rp 280 juta tersebut sudah datang Senin lalu. namun, saat ini Avias-6 belum bisa dioperasikan. Pasalnya, masih menunggu reagent komponen pendukung, yang belum datang.

Menurut Dr Taufik Hidayat, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19, Lamongan sudah pesan 3.000 reagent komponen pendukung, yang akan datang dua hari lagi. Meski belum dibuktikan, namun, Dr Taufik Hidayat, yakin alat tersebut lebih baik. Pasalnya, berdasarkan informasi, yang sudah memakai, alat tersebut bisa mendeteksi dengan cepat dan akurat. 6 orang hanya butuh 10 menit. Dalam satu jam, bisa mendeteksi 36 orang. Sedangkan jika 24 jam, AB Plus tersebut mampu mendeteksi 864 orang.

Setelah reagent datang, pihaknya akan langsung melakukan pelatihan petugas medis di sejumlah puskesmas. Alat tersebut, familiar dan mudah dioperasikan. Sehingga petugas medis tak perlu khawatir. Dengan alat canggih tersebut, pihaknya menargetkan sebanyak-banyaknya untuk mendeteksi Orang Positif Tanpa Gejala, OTG. Setelah terdeteksi mereka langsung bisa diisolasi. Sementara, hingga Rabu siang, gugus tugas covid-19 Kabupaten Lamongan, tercatat OPD 288 orang, PDP 115 orang, dan positif covid-19 28 orang. (bashoir/stv)