Surabaya, (bisnissurabaya.com)- Dengan maksud agar jalanan makin sepi, untuk memutus penyebaran Covid-19 malah terjadi kemacetan di Bunderan Waru. Akses jalan ini merupakan perbatasan antara Surabaya dengan Sidoarjo.

Hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar/PSBB di Surabaya terjadi antrian panjang kendaraan bermotor hingga beberapa kilometer. Antrian panjang itu terjadi di check point/CP Bundaran Waru sisi Surabaya (depan Cito) pada Selasa (28/4) pagi. Antrian terjadi karena pemeriksaan identitas dan alat pelindung diri/APD oleh aparat gabungan. Bundaran Waru adalah pintu masuk maupun keluar Surabaya-Sidoarjo. Jalur itu merupakan akses utama masuk ke Surabaya dari luar kota.

Warga Sidoarjo yang bekerja di Surabaya juga kebanyakan masuk ke Surabaya melalui Bundaran Waru. Tak heran ketika pemeriksaan identitas, surat keterangan bekerja, dan masker, antrean panjang terjadi. Kebanyakan berkendara dengan berboncengan. Padahal, sesuai aturan PSBB, sepeda motor hanya boleh ditumpangi satu orang. Karena banyak yang melanggar itulah pemeriksaan lebih lama. Sehingga terjadi antrian panjang yang mengabaikan physical distancing.

“Banyak dari pengendara yang melanggar. Mungkin karena pengendara roda dua belum banyak menerima informasi tentang Perwali 16 tahun 2020 tentang PSBB,” kata Kepala Dinas Perhubungan Surabaya, Irvan Wahyudrajat.

Irvan mengaku, mereka yang melanggar hanya ditegur dan diminta agar mematuhi PSBB. Hari selanjutnya, sanksi akan diterapkan kepada pengendara yang melanggar ketentuan PSBB. “Berikutnya, mereka yang melanggar akan balik kanan kembali dan teguran tegas lainya,” ujarnya.

Irvan akan melakukan evaluasi rekayasa lalu lintasnya. Pengendara selain berplat L dan W akan dimasukkan ke frontage untuk pemeriksaan. Kemudian L dan W bisa langsung dengan syarat bermasker dan tidak berboncengan. (ton)