Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Untuk mengamankan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar, PSBB di Surabaya Raya kepolisian menerjunkan 4.312 personel gabungan TNI-Polri dan Satpol PP. Yang berbeda dengan daerah lain, PSBB di Surabaya Raya setiap warga positif covid-19 yang keluar dari rumah atau melarikan diri dari rumah sakit akan dijemput paksa petugas.

Aparat Kepolisian dari Polda Jatim melakukan persiapan terkait penerapan PSBB di Surabaya Raya yang dimulai 28 April 2020. Pihak polda dan jajaran beserta Kodam 5 Brawijaya menggelar tactical floor game, pemetaan wilayah pada penerapan PSBB di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo.

Pada penerapan PSBB di Surabaya Raya, Polda Jawa Timur/Jatim mengerahkan 4.312 personel gabungan, yang terdiri dari Polisi – TNI dan Satpol PP.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, mengatakan, penerapan PSBB adalah pembatasan, bukan pelarangan seperti lockdown. Karena itu, warga dihimbau tidak panik, namun harus mentaati aturan. Seperti, jam malam, yang dimulai pukul 21.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB. Ada yang berbeda dalam penerapan PSBB di Surabaya Raya. dimana setiap warga yang sudah terkonfirmasi positif, wajib berada di dalam rumah atau Rumah Sakit. Jika didapati ke luar rumah atau melarikan diri dari Rumah Sakit, Kapolda Jatim memerintahkan, anggotanya melakukan jemput paksa.

Seperti diketahui, penerapan psbb di Surabaya Raya, yakni Surabaya – Sidoarjo dan Gresik akan dilangsungkan selama 14 hari. Yakni, mulai 28 April hingga 11 Mei. Diharapkan, dengan penerapan PSBB di Surabaya Raya, dapat memotong mata rantai penyebaran covid-19 di tiga Kota tersebut.
(feri/stv)