Ngawi, (bisnissurabaya.com) – Guna memutus mata rantai penyebaran virus corona di wilayah Ngawi, didirikan Posko Penjagaan cek point di perbatasan Mantingan, exit tol, Puti Karangjati, Banyu Urip, Stasiun Paron, Stasiun Walikukun, Keras Wetan dan Paron, belum lama ini. BPBD dibantu relawan Ranger, MTA dan Banser, petugas medis dari puskesmas, juga dari anggota Polri dan TNI mewakili pemerintahan kab Ngawi.

Koordinator BPBD Yayuk, mengatakan, terhitung 24 April lalu sudah mencapai 100 lebih data orang yang masuk Ngawi. ‘’Kami belum prediksikan hari ini jumlah keseluruhan data, karena petugas terbagi 3 shif,’’ kata Yayuk, kepada bisnissurabaya.com di Ngawi Minggu (26/4). Ada sebagian Kendaraan yang disuruh putar balik, jika kendaraan mempunyai tujuan kota lain, karena diduga kendaraan pemudik. Ada toleransi kalau kendaraan hanya lewat saja dari kota sekitar Ngawi terdekat misalnya arah Madiun, Magetan atau Bojonegoro. Semua harus masuk data terlebih dahulu dan melalui tes suhu. Dengan pembuktian ada catatan dari petugas medis. Pembatasan kendaraan di ruas Tol Solo-Ngawi mulai diberlakukan, mulai Jum’at (24/4).

Pengelola tol setempat mulai memperketat pengawasan, khususnya bagi kendaraan pribadi dan umum yang melintas di jalan bebas hambatan sepanjang 90, 43 kilometer itu. Petugas memaksa sejumlah kendaraan pribadi agar putar arah sebelum masuk ke perbatasan Jawa Timur/Jatim. Pegawasan tol Solo-Ngawi, pintu utama memasuki Ngawi arus kendaraan menuju Jatim dipaksa putar balik.
“Artinya ini, pintu masuk utama yang strategis untuk ke Jatim lewat Ngawi. Karena itu kaitan dengan larangan mudik, maka hal-hal yang tidak dikecualikan, yaitu kecuali urusan energi, telekomunikasi, logistik, kesehatan, maka kendaraan diminta untuk putar balik,” kata Khofifah, saat kunjungan ke Ngawi Minggu (26/4).

Bagaimana jika kendaraan bernopol Jatim dan ber-KTP Jatim yang akan masuk ke Jatim saat melalui delapan check point pemantauan arus mudik masuk ke Jatim, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan, boleh, asalkan tetap menjaga physical distancing. Dan di kampung mereka akan diobservasi. ‘’Tapi jika sudah 7 Mei, mereka diminta putar balik,” ujarnya. Terkait sanksi tegas bagi mereka yang melanggar akan mulai efektif 7 Mei 2020 sesuai dengan UU Kekarantinaan. Direktur Utama (Dirut) PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) Ari Wibowo, mengatakan, pemberlakuan penyekatan atau pembatasan kendaraan yang diperbolehkan melintas di jalan tol mulai diberlakukan Jumat (24/4) sejak pukul 24.00.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan jajaran dinas perhubungan dan kepolisian di masing-masing daerah untuk pengawasan lalu lintas. Misalkan Kabupaten Ngawi yang kebetulan bertanggung jawab di areal exit Tol Ngawi yang diizinkan melintas hanya kendaraan pengangkut logistik, kendaraan pengangkut obat-obatan, kendaraan pemadam kebakaran, ambulans, mobil jenazah, dan kendaraan yang mengangkut petugas berkaitan dengan penanganan Covid-19. Karena itu, pihaknya memperketat pengawasan di sekitar gerbang tol Ngawi. (eko)