Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar/PSBB di Surabaya akan disertai dengan pemberlakuan jam malam. Pemkot Surabaya memastikan jam malam dimulai pukul 21.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB. PSBB di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik akan diberlakukan pada Selasa (28/4) sampai 11 Mei.

Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Hendro Gunawan, mengatakan, jelang hari pertama diterapkannya PSBB pada Selasa, (28/4), pihaknya menggelar rapat koordinasi sekaligus sosialisasi bersama jajaran samping. Tujuan utamanya adalah untuk menyamakan persepsi dalam pelaksanaan PSBB yang berlangsung 14 hari.

“Poin-poin penting tadi sudah dikemukakan dan kita sudah samakan persepsi dengan semua jajaran samping maupun kecamatan, kelurahan, Danramil, supaya saat pelaksanaan tidak ada keragu-raguan lagi,” kata Hendro, saat ditemui usai acara sosialisasi di Surabaya Sabtu (25/4).

Dari hasil rapat koordinasi ini, kata Hendro, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan PSBB nanti. Karena itu, pihaknya mengaku, segera menindaklanjuti dengan pembuatan surat edaran, termasuk pengenaan jam malam dan sebagainya.

“Prinsip pengenaan ini kita lakukan secara persuasif, dan ini dilakukan bersama jajaran samping. Supaya penegakan hukumnya, kemudian pelaksanaan pembatasannya ini bisa berjalan efektif,” ujarnya.

Hendro menjelaskan, ada beberapa hal yang boleh dan tidak dilakukan saat diterapkannya PSBB selama 14 hari nanti. Diantaranya, pengendara roda dua dilarang berboncengan, kecuali keluarga dengan alamat yang sama. Sedangkan roda 4 maksimal hanya diperbolehkan 3 orang penumpang.

“Untuk yang lainnya diatur kemudian, termasuk di posko-posko nanti ada penyemprotan dan sebagainya,” jelasnya.
Sementara itu, Kabag Ops Polrestabes Surabaya, AKBP Anton Elfrino Trisanto, menambahkan, pihaknya siap mendukung penuh dan membantu pemkot dalam pelaksanaan PSBB. Ia mengaku, siap membantu pemkot bersama TNI mengamankan 17 titik akses pintu masuk ke Surabaya.

“Kita bersama-sama dengan TNI, dan pemkot siap bahu membahu untuk melaksanakan PSBB,” kata AKBP Anton. (ton)