Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Kedutaaan Besar Malaysia berencana memulangkan 151 warga negaranya yang terdaftar sebagai santri di Pondok Pesantren Al Fatah, Temboro, Kabupaten Magetan. Ke- 151 santri itu rencananya akan dipulangkan Senin (27/4) melalui penerbangan di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo pukul 20.00 WIB dengan menggunakan maskapai penerbangan Malaysia Airline.

Rencana pemulangan santri tersebut terungkap dalam rapat koordinasi di Grahadi Surabaya, Sabtu (25/4) yang dipimpin Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono, dihadiri Bupati Magetan, Suprawoto, Wakil Dubes Malaysia untuk Indonesia, Bea Cukai dan Tim Gugus Tugas Covid-19 Pemprov Jatim serta perwakilan pengurus pesantren.

Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjonon, mengatakan, pemulangan santri asal Malaysia adalah berdasarkan surat permintaan Kedubes Malaysia yang ditujukan kepada pihak pesantren dengan berkoodinasi dan sepengetahuan Pemprov Jatim dan Pemkab Magetan.

Sebelum santri-santri tersebut pulang, mereka semuanya akan mengikuti sejumlah pemeriksaan kesehatan sesuai dengan ketentuan WHO, ini dimaksudkan jangan sampai kepulangan mereka kenegara asal justru akan menimbulkan masalah dikemudian hari. Meski demikian, saat mereka tiba di Malaysia, mereka tetap wajib mengikuti tahapan karantina selama 14 hari.

Bupati Magetan, Suprawoto mengatakan, Pemkab Magetan telah melacak riwayat perjalanan dan persinggungan 43 santri asal Malaysia di Pondok Pesantren Al-Fatah, Temboro yang belakangan diketahui positif Covid-19. “Kami sudah instruksikan tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magetan untuk tracing dan rapid test terhadap santri-santri di Ponpes Temboro, terutama santri asal Malaysia,” katanya.

Dalam “tracing” tersebut, Gugus Tugas melacak orang-orang yang pernah berinteraksi dengan puluhan santri atau mahasiswa dari Malaysia tersebut. Karena itu, Pemerintah Daerah juga meminta keterbukaan para santri untuk memudahkan upaya pelacakan tersebut. Sehingga penyebaran Covid-19 di Magetan dapat dikendalikan.

Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Herlin Ferliana mengungkapkan, hasil laporan dari tim Gugus Tugas yang telah melakukan rapit tes di Ponpes Al Fattah, Temboro, hasil pemeriksaan menyebutkan, dari 161 asal Malaysia terdapat 14 santri yang semula statusnya reaktif selanjutnya lima statusnya menjadi positif. Mereka yang telah positif saat ini diwajibkan melakukan karantina. (bw)