Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pemerintah telah melarang warga melakukan perjalanan mudik. Karena itu, PT KAI DAOP 8 Surabaya memastikan telah menghentikan semua kereta api dengan relasi Surabaya, Malang menuju Bandung, Jakarta. Kereta api jarak jauh dan menengah yang masih beroperasi hanya 6 kereta dari 41 KA.

KAI DAOP 8 Surabaya memastikan saat ini hanya tinggal 6 kereta api dari 41 KA beroperasi jarak jauh dan menengah yang ada. Enam KA tersebut adalah KA Probowangi relasi Surabaya Gubeng – Ketapang, KA Maharani, Surabaya Pasar Turi – Semarang poncol, KA Ranggajati, Cirebon – Surabaya Gubeng – Jember, KA Ranggajati, Jember – Surabaya gubeng – Cirebon, KA Wijaya Kusuma jurusan Cilacap – Surabaya Gubeng – Ketapang, serta KA Wijaya Kusuma relasi Ketapang – Surabaya gubeng – Cilacap .

Untuk KA lokal terdapat 21 perjalanan yang masih beroperasi dan 25 perjalanan dibatalkan. KA lokal yang dibatalkan diantaranya, KA Komuter Bangil – Surabaya, KA Komuter Surabaya Turi – Lamongan, KA Jenggala relasi Sidoarjo – Mojokerto, serta KA Tumapel Surabaya – Malang.

Manager Humas PT KAI DAOP 8 Surabaya, Suprapto, mengatakan, pengurangan ini untuk menyesuaikan keputusan pemerintah tentang larangan mudik selama masa pandemi covid 19. Sehingga seluruh ka penumpang dari Arah Surabaya dan Malang menuju Jakarta dan Bandung telah dibatalkan . Sedikitnya ada 20 KA terdiri dari 2 KA relasi Surabaya – Malang – Bandung. Empat KA relasi Surabaya – Malang – Bandung serta 14 KA jurusan Surabaya – Malang – Cirebon – Jakarta .

Untuk diketahui, jumlah pembatalan tiket di wilayah PT KAI DAOP 8 Surabaya periode 1 sampai dengan 22 April mencapai 30.286 tiket. Rata – rata penumpang yang naik di wilayah KAI DAOP 8 Surabaya hingga saat ini antara 4.000 hingga 5.000 penumpang per hari atau turun 90 persen dari kondisi normal yang berjumlah 40.000 per hari. (farid/stv)