Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Akibat plafon roboh serta ruangan yang rusak akibat banjir saat musim hujan, kantor Desa Semampir Kecamatan Sedati direnovasi. Pengerjaan yang bersumber dari anggaran Pendapatan Asli Desa (PAD) senilai Rp 130 juta tersebut memasuki tahap finishing.

PAD untuk pengerjaan bangunan seluas 210 m2 itu bersumber dari partisipasi pihak ketiga. Pengerjaan dimulai pada Maret dan ditargetkan rampung selama 69 hari. “Desa Semampir bisa mendapatkan PAD yang bersumber dari pihak ketiga untuk renovasi bangunan kantor desa yang butuh perbaikan,” kata Pj Kepala Desa Semampir Tri Wahyudi, Kamis (23/4).

Dia mengungkapkan, renovasi dilakukan karena ada sejumlah kerusakan. Diantaranya plafon yang roboh serta banjir saat musim hujan. Renovasi serta penganggaran tersebut juga telah dikomunikasikan dengan Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) serta penyedia jasa konsultan untuk teknis pengerjaan. “Jadi kita transparan mulai dari awal penganggaran dan pengerjaan,” ujarnya.

Karena tahap renovasi, kata Tri Wahyudi, spesifikasi ada yang menggunakan bahan lama tapi masih berkualitas baik. Diantaranya genteng dan usuk. Hal tersebut sesuai dengan rencana kerja dan syarat (RKS) renovasi bangunan kantor desa yang sudah ditetapkan.
Termasuk juga pengerjaan bangunan polindes yang menggunakan APBDes. Pengerjaan juga dilakukan dengan transparan. Namun, ada hal yang harus dikerjakan di luar skema perencanaan karena ada saluran yang dikhawatirkan ambrol.

Ketua BPD Semampir Subianto mengatakan, komunikasi antara Pemdes, BPD dan LPMD terkait renovasi bangunan kantor desa sudah dilakukan. Transparansi memang harus dilakukan agar masyarakat mengetahui pengerjaan renovasi yang sedang dilakukan desa.

Tim kuasa hukum Pj Kepala Desa Semampir, Soegeng Hari Kartono SH, mengatakan, tidak ada penyelewengan yang dilakukan oleh kliennya. Semua kegiatan dan pengerjaan renovasi bangunan sudah dilakukan dengan transparan. “Sudah sesuai dengan RKS desa dan dikomunikasikan dengan BPD dan LPMD,” ujar penasihat hukum dari Adil Paramarta Law Firm. (rino )