Surabaya, (bisnissurabaya.com) Kepolisian menyiapkan 193 checkpoint atau pos pemeriksaan yang tersebar di sejumlah titik di Jawa Timur/Jatim. Nantinya, tiap personel di pos masing-masing bertugas mencegat pemudik dari luar yang akan masuk dan keluar Jatim.

Menindak lanjuti larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah, Kepolisian Jatim, melakukan Operasi Ketupat Demeru. Giat ini berlangsung selama 37 hari, dimulai pukul 00.00 WIB Jumat dini hari sampai 31 Mei.

Wadir Lantas Polda Jatim, AKBP Pranatal Hutajulu, mengatakan,
selain mendirikan pos keamanan dan pelayanan, dalam Ops Ketupat Semeru ini Polda Jatim juga akan mendirikan pos check point di delapan titik pintu masuk wilayah Jatim. Yaitu di perbatasan arteri Jateng – Tuban, Jateng – Bojonegoro, Jateng – Ngawi, Jateng – Ponorogo, Jateng – Pacitan, penyeberangan Ketapang dan pos check point jalan tol perbatasan Jateng (Sragen) – Ngawi.

Untuk mendukung giat ini, Polda Jatim menerjunkan 11.217 personil yang tersebar di 185 pos keamanan, 52 pos pelayanan dan 193 pos check point atau pos pantau. Petugas akan berjaga secara bergantian di titik lokasi cek point, untuk mencegat pemudik yang akan masuk dan keluar di daerah Jawa Timur. Petugas tidak akan melakukan penutupan jalan, tetapi akan melakukan penyekatan dan pembatasan.

Tindakan yang dilakukan yaitu pemeriksaan dokumen perjalanan, physical distancing dan pengukuran suhu tubuh pengguna jalan sesuai dengan protokol covid 19. Bagi pengemudi kendaraan yang sudah terlanjur berangkat mudik, petugas bakal meminta mereka putar balik untuk kembali ke rumahnya masing masing. Selain cek point di pintu masuk utama, Polda Jatim juga akan mengawasi jalan-jalan tikus yang menghubungkan daerah lain ke Jatim. Seperti diketahui, pemerintah memutuskan melarang masyarakat mudik ke kampung halaman pada ramadan dan lebaran ini guna menekan rantai penularan virus corona. (feri/stv)