Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Putusan mutlak Pengadilan Negeri/PN Surabaya terkait gugatan pembagian warisan yang dilayangkan penggugat Nyoto Gunawan, memasuki babak baru. Kuasa hukum tergugat, Nyoto Gunarto Notaris Drs. A. A Andi Prajitno SH.Mkn meminta penggugat Nyoto Gunawan untuk menjalani hasil putusan PN Surabaya yang menolak keseluruhan.

Usai sidang mewakili kuasa hukum tergugat Daniel Julian Tangkau, menyatakan, sejak awal pihaknya menunggu bukti yang diajukan saudara Nyoto Gunawan agar tuduhannya tidak menjadi tuduhan kosong yang merupakan fitnah belaka. Namun, Daniel Julian Tangkau menyayangkan tuduhan yang diajukan sama sekali tidak didasarkan fakta hukum dan bukti-bukti hukum.

“Perlu kami jelaskan saudara Nyoto Gunawan juga menggugat klien kami dengan materi tidak jauh berbeda dalam perkara 780/Pdt.G/2019/PN Sby, Kami bersyukur gugatan ditolak. Justru gugatan rekonvensi yang dikabulkan, jadi Njoto Gunawan dinyatakan telah melakukan fitnah serta dihukum untuk meminta maaf secara tertulis terhadap Klien kami dalam media cetak nasional. Putusan yang saya sebut telah inkracht, jadi Kami harap agar yang bersangkutan melaksanakan isi putusan,” jelasnya.

Sementara pihak penggugat tidak bisa dikonfirmasi. Seperti diketahui sebelumnya majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) yang diketuai Dwi Purwadi telah menolak gugatan pembagian harta warisan No.519/Pdt.G/2019/PN.Sby itu telah diajukan oleh Nyoto Gunawan terhadap mereka.
“Menolak gugatan penggugat untuk seluruhya, menyatakan Surat Peryataan tertanggal 1 Juli 1985 dan Akte Perjanjian nomer : tanggal 01 April 2003 yang diterbitkan oleh Notaris Surabaya AA. Andi Prajitno SH. Mkn adalah Sah dan Mempunyai kekuatan hukum mengikat. Hal itu sesuai dengan perkara nomor 780/Pdt.G/2019/PN Sby yang sudah diputus sebelumnya,” kata Hakim Dwi Purwadi, di Surabaya Selasa (21/4) kemarin.

Dengan ditolaknya gugatan tersebut kini tergugat Nyoto Gunarto dan Notaris Drs. A. A Andi Prajitno SH.Mkn kini bernapas lega. Maklumlah, selama ini Nyoto Gunarto dan Notaris Andi Prajitno merasa dijadikan bulan-bulanan oleh penggugat Nyoto Gunawan.

Sekedar diketahui, bahwa antara Nyoto Gunawan dengan Nyoto Gunarto adalah saudara kandung yang dilahirkan dari pasangan suami istri Buntaran Nyoto alias Njo Bun Tiang dengan Go/Moenti Njoto alias Go Moen Tie / Go Kim Boen) yang menikah pada tahun 1946 silam.

Buntaran Nyoto alias Njo Bun Tiang dengan Go/Moenti Njoto alias Go Moen Tie / Go Kim Boen) dalam pernikahannya dikaruniani 5 orang anak yaitu, anak pertama perempuan bernama Njo Siok Hwie (72) domisili di Hongkong, anak kedua laki-laki bernama Nyoto Gunarto tergugat I (69) berdomisili di jalan Wijaya Kusuma No. 16 Surabaya, anak ketiga Hendry Nyoto (67) berdomisili di Surabaya. Kemudian anak ke empat laki-laki sebagai penggugat Nyoto Gunawan (65) berdomisili di Surabaya dan anak ke lima atau yang terakhir perempuan yakni Njo Siok Hwa (64). (ton)