Gresik, (bisnissurabaya.com) – Khawatir terpapar virus corona covid-19, petugas Tagana di Gresik, memilih Kantor UPT Dinas Sosial menjadi dapur umum yang jauh dari lokasi banjir. Petugas Tagana, tidak menyalurkan langsung ke lokasi banjir, namun, ribuan nasi bungkus cukup dikirim ke Balai Desa. Beginilah suasana dapur umum untuk melayani korban banjir luapan Kali Lamong, di Gresik. Seperti biasa, belasan petugas Tagana, sibuk memasak lauk dan nasi.

Petugas Tagana kabupaten Gresik, biasanya membuat dapur umum di lokasi banjir, namun, kali ini, dapur umum di tempatkan di Kantor UPT Dinas Sosial Cerme, Gresik, yang jaraknya cukup jauh lima hingga 10 Km dari lokasi banjir. Petugas Tagana sengaja memilih Kantor UPT Dinas Sosial Cerme. Pasalnya, tetap menjaga jarak atau physical distancing agar petugas tidak terpapar virus covid-19.
Selama membuka dapur umum di Kantor UPT Dinas Sosial Cerme, petugas Tagana melayani korban banjir enam desa, di Kecamatan Cerme.

Untuk mengirim ribuan nasi bungkus ke lokasi banjir membutuhkan jarak tempuh 5 Km hingga 10 Km menuju desa terdampak. Menurut Irvan, petugas Tagana kabupaten Gresik, mengatakan, ribuan nasi bungkus dikirim tiga kali ke enam desa terdampak banjir Kali Lamong. Setiap desa mendapat jatah seribu lima ratus bungkus nasi. Agar petugas tagana tetap aman dan tidak bersentuhan dengan korban banjir, nasi bungkus dikirim atau drop ke balai desa. Selanjutnya, nasi bungkus disalurkan sendiri oleh pihak desa.

Saat masak hingga mendistribusikan nasi bungkus, seluruh petugas menggunakan kaos tangan, masker dan hand sainitizer.
Banjir luapan Kali Lamong semakin surut. Meski masih menggenangi Jalan Raya Morowudi Cerme, dan sejumlah desa terdampak. Bahkan, saat banjir surut nanti, dapur umum Tagana tetap akan buka untuk melayani warga yang terdampak virus covid-19. (bashoir/stv)