Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Merebaknya virus corona di tengah masyarakat hampir mencapai 2 bulan. Selama itu pula nasib warga menjadi tidak menentu. Bisnis sepi, dunia usaha banyak yang tutup, sekolah, kantor dan tempat hiburan juga diliburkan.

Kondisi ini dikeluhkan banyak orang. Terlebih, penyandang disabilitas yang hidup dengan keterbatasan fisik. Seperti tuna netra, tuna rungu, tuna wicara, dan tuna daksa. Dalam keadaan normal, mereka mempunyai kendala dalam melakukan mobilisasi menjalankan aktifitas sehari-hari. Apalagi dalam situasi merebaknya wabah corona seperti sekarang ini.

Ketua Forum Relawan Difabel Indonesia (Fordiva), Megawati, mengatakan, kehidupan pelaku disabilitas memerlukan beaya 3 kali lipat dibandingkan orang normal.

“Kaum disabilitas memerlukan beaya hidup lebih besar dibandingkan orang normal. Contohnya, beaya transportasi,” kata Ketua Fordiva, Megawati kepada bisnissurabaya.com Minggu (19/4).

Kondisi kaum disabilitas yang memprihatinkan ini, menarik empati dan simpati beberapa organisasi dan komunitas relawan. Mereka tergerak dan bergerak mengumpulkan bantuan untuk diberikan kepada kaum yang nasibnya kurang beruntung ini.

Mereka, antara lain Komunitas Muda Mudi Surabaya (KMS), Rumah Kemaslahatan, Pengurus Karang Taruna Surabaya, Komunitas Tolong Menolong, dan PT Indramukti Segara.

Pada Minggu (19/4) mereka secara bergantian berkunjung ke Panti Pijat Tuna Netra Sumber Sehat yang menjadi sekretariat Fordiva. Kehadiran mereka di tempat usaha milik para tuna netra yang berada di kawasan Manukan Tengah-Tandes tersebut tidak hanya berkunjung dan memberikan kata-kata bijak penghibur semata, tetapi juga membawa banyak barang bantuan. Seperti beras, mie instan, roti, hand sanitizer, dan masker.

Bahkan, KMS sebelum menyerahkan bantuan, mereka juga melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh kamar yang ada di panti pijat tersebut.
Humas KMS, Inces, mengatakan, upaya yang mereka lakukan dalam rangka membantu penyandang disabilitas dalam situasi yang sulit seperti sekarang ini.

Sedangkan, rombongan pengurus Karang Taruna Surabaya yang dipimpin Ketuanya, Fuad Benardi, yang juga merupakan putra Walikota Surabaya Tri Rismaharini, berjanji akan meneruskan aspirasi masyarakat penyandang disabilitas yang hingga saat ini belum mendapat perhatian pemerintah. Baik melalui Program Keluarga Harapan (PKH) maupun masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) kepada Walikota.

Sementara, KTM dan PT Indramukti Segara lebih banyak mengapresiasi Panti Pijat Tuna Netra Sumber Sehat yang dikelola Ahmad Budianto. Menurut mereka, sistem pengelolaan panti pijat yang dikelola dengan hati dan kejujuran yang tinggi mampu menjadikan usaha mereka berkembang secara cepat.

“Semoga, usaha yang dikelola teman-teman disabilitas ini kedepan bisa punya cabang dimana-mana,” kata Ketua KTM Daniel Lukas Rorong. (nanang)