Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Untuk membantu pemerintah melawan penyebaran corona, Komunitas Tolong Menolong (KTM) dan PT. Indramukti Segara terus bergerak menyalurkan bantuan kepada masyarakat Surabaya yang membutuhkan. Sudah dua hari ini mereka bergerak melalui Gerakan “Love All, Serve All”.

Pada Minggu (19/4), sebanyak 50 paket beras dan biskuit Kokola disumbangkan kepada organisasi penyandang disabilitas Forum Relawan Divabel Indonesia (Fordiva).
Bantuan tersebut diterima Ketua Fordiva, Megawati dan Pengelola Klinik Sumber Sehat Tunanetra, Ahmad Budianto di Sekretariat Fordiva di kawasan Manukan Tengah, Tandes.

Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban hidup difabel Surabaya. “Semoga semua bantuan yang disalurkan dapat bermanfaat bagi kaum disabilitas di tengah merebaknya wabah corona,” kata Ketua KTM, Daniel Lukas Rorong kepada bisnissurabaya.com Minggu (19/4).

Franky Tandayu (no 2 dari kiri) saat menyerahkan bantuan.
(Foto/nanang)

Selain memberikan bantuan sembako, Daniel Lukas Rorong, juga mengajak koleganya, Komisaris Rumah Sakit Mitra Sehat Medika, Franky Tandayu, yang juga memberikan 50 paket bantuan berupa beras, mie instan, dan masker.

Bantuan yang diberikan KTM tentu sangat dirasakan para penyandang disabilitas, mengingat sampai hari ini belum ada bantuan yang diterima mereka dari pemerintah. Baik berupa uang maupun bahan makanan yang bisa meringankan beban mereka di situasi sulit seperti ini.

“Sampai hari ini kami masih menunggu bantuan dari pemerintah sebagaimana yang dijanjikan. Mengingat keberadaan kaum disabilitas itu sulit mobilitasnya,” jelas Ketua Fordiva, Megawati.

Sementara, Pengelola Panti Pijat Tuna Netra Sumber Sehat, Ahmad Budianto, menambahkan, sejak ada virus Corona, pendapatan panti pijat mengalami penurunan sampai 90 persen. Sehingga, kini hanya tinggal 2 sampai 4 orang saja yang pijat disana per harinya. (nanang)