Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Jumlah kasus positif COVID-19 di Jatim terus meningkat tajam. Total saat ini ada 386 terkonfirmasi positif Corona di Jatim. Sedangkan yang masih dirawat sebanyak 288 orang. Padahal DKI, pada hari yang sama hanya tambah 59 pasien.

Meski begitu, sejumlah daerah mengusulkan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Lamongan menjadi daerah paling banyak menyumbang jumlah orang yang terkonfirmasi positif Corona. Surabaya ada tambahan 83 orang positif, Sidoarjo 10 orang dan Lamongan 10 orang.

Gubernur Jawa Timur Khofifah, melakukan pembahasan itu kemudian diajukan ke Pemprov Jatim yang selanjutnya akan diteruskan ke pemerintah pusat. Terkait pengajuan PSBB juga, Khofifah menyebut saat ini telah memerintahkan kepada Sekda Pemprov untuk terus berkoordinasi dengan sejumlah sekretaris kabupaten atau kota. Terutama pada daerah-daerah dengan status zona merah. Makanya, seluruh elemen di negeri ini tidak berhenti memberikan anjuran untuk tinggal di rumah dan hanya keluar untuk kepentingan yang urgent lalu melakukan physical distancing, ke luar rumah dengan menggunakan masker, olahraga dan berjemur,” imbuhnya.

Penambahan yang begitu besar, ini menunjukkan masih lemahnya warga Jatim berdisiplin di rumah, jagan jaral dan cuçi tangan. Sebelumnya Kasus positif Corona atau COVID-19 di Jatim bertambah 119 pasien. Dari data ini, kasus tambahan positif terbanyak yakni dari Kota Surabaya. Gubernur Khofifah Indar Parawansa merinci ada tambahan 83 pasien dari Surabaya. Ada pula 10 dari Sidoarjo, 1 Kota Probolinggo, 2 Kabupaten Kediri, 3 Situbondo, 1 Jombang, 3 Tulungagung. Selain itu, ada tambahan 4 pasien dari Gresik, 1 Bangkalan, 10 dari Lamongan dan 1 pasien positif corona dari Pamekasan. (ton)