Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pelaksanaan program asimilasi dan integrasi narapidana yang ada di Jatim terus dipantau. Jika ada nara pidana/napi yang berulah dan melakukan pelanggaran di tengah-tengah masyarakat ketika mendapatkan asimilasi, maka napi tersebut akan kembali ditahan dengan hukuman berat dan tidak mendapatkan hak remisi.

Penegasan itu dikemukakan Kakanwil Kumham Jawa Timur/Jatim Krismono. Dia mengatakan, jika pihaknya akan terus memantau pelaksanaan program asimilasi dan integrasi narapidana yang ada di rutan atau lapas di Jatim. Karena itu, pihaknya tidak ingin ada penyelewengan dalam penerapan program ini.
Selain itu, jika ada napi yang berulah dan melakukan pelanggaran di tengah-tengah masyarakat ketika mendapatkan asimilasi, maka napi tersebut akan kembali ditahan dengan hukuman berat dan tidak mendapatkan hak remisi.

Krismono menjelaskan, alasan pembebasan narapidana melalui asimilasi dan integrasi disebabkan saat ini lapas dan rutan sudah over kapasitas mencapai 132 persen. Disisi lain, pihaknya juga mengantisipasi penyebaran virus corona yang semakin meluas diantara tahanan.
Napi yang menjalankan program asimilasi ini tetap berada dalam pantauan lembaga pemasyarakatan, Balai Pemasyarakatan dan Aparat Penegak Hukum lainnya. Narapidana yang diberikan asimilasi telah melalui tahap penilaian perilaku. Mereka dinilai telah berkelakuan baik dan mengikuti program pembinaan, serta tidak melakukan tindakan pelanggaran disiplin dalam lembaga. (agung/stv)