Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Relawan bukan sekedar penghibur. Wabah Covid-19, telah menimbulkan kesengsaraan mendalam bagi kehidupan masyarakat. Karena nasib warga menjadi tidak menentu akibat pandemi yang berkepanjangan tersebut.

Situasi ini menumbuhkan empati dan simpati berbagai kalangan. Banyak cara yang dilakukan untuk membuktikan kepedulian mereka. Komunitas Tolong Menolong (KTM) adalah salah satu dari sekian banyak relawan yang berkonsentrasi dalam pencegahan penyebaran virus corona. Mereka tidak hanya beretorika dengan memberikan kata- kata indah yang hanya bersifat menghibur semata, tetapi turun langsung memberikan bantuan yang meringankan penderitaan warga.

Setelah melakukan bhakti sosial pembagian 150 paket bantuan di kawasan eks lokalisasi Tambak Asri, mereka terus bergerak menggelar aksi sosial melalui Gerakan “Love All, Share All”.

KTM menyalurkan bantuan alat pelindung diri/APD kepada tenaga medis Kamis (16/4) lalu.
Bantuan APD berupa Face Shield Mask atau topeng masker ini diberikan kepada tenaga medis, seperti bidan yang ada di Surabaya.

“Lokasi penyerahan bantuan di pusatkan di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) “Ikatan Bidan Indonesia” (IBI), di Jalan Dupak,” kata Pendiri dan Ketua KTM, Daniel Lukas Rorong, kepada bisnissurabaya.com.

APD sumbangan dari PT. Indramukti Segara ini sengaja ditujukan khusus untuk para bidan yang belum mendapatkan bantuan. Penyaluran bantuan didasari rasa keprihatinan dan kepedulian akan keselamatan tenaga medis yang sedang berjuang menghadapi ancaman wabah corona.

“Agar para medis kita dapat terlindungi saat tengah mengobati dan memeriksa pasien. Baik itu yang bergejala atau tidak bergejala virus Corona. Sebagai pelindung keselamatan mereka agar tidak tertular,” ujar Daniel.

Daniel Lukas Rorong (kiri) saat menyerahkan bantuan. (Foto/nanang)

Saat menyerahkan 50 APD berupa Face Shield Mask dan masker pada Vita A.Md.Keb, perwakilan pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Surabaya, Daniel berharap, kepada pemerintah agar memperhatikan nasib serta keselamatan para bidan.

“Mohon maaf, saya menilai para bidan ini seakan-akan terlupakan. Padahal jasa serta peranan mereka juga sangat penting dalam hal menyelamatkan jiwa, khususnya kaum perempuan saat proses persalinan,” tambah pria yang mengabdikan diri menjadi relawan kemanusiaan sejak 2010 ini.

Hal senada juga diungkapkan Umi Kusnul Kotimah, A.Md.Keb, salah satu pengurus IBI Surabaya, yang turut hadir menerima bantuan.

“Saat ini, tak sedikit Bidan Praktek Mandiri yang tidak beroperasi lagi sejak wabah pandemi Covid-19. Selain takut, mereka juga tidak dilengkapi APD yang memadai. Kalaupun ada, mereka juga harus membeli sendiri,” jelas Umi, sambil menyebutkan jumlah Bidan Praktek Mandiri di Surabaya sendiri mencapai 300-an.

“Untuk itulah, saya mewakili rekan-rekan seprofesi (bidan) mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan APD ini,” tambah Umi.

Sebelumnya, Rumah Sakit Adi Husada di kawasan Undaan Wetan dan Graha Masyithoh (Klinik Bersalin) di kawasan Menur Pumpungan juga mendapatkan bantuan ini. Bahkan, untuk Rumah Sakit IBI sendiri, bantuan ini merupakan tahap kedua. (nanang)