Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Setelah ditutup sementara, Pasar Kapasan dan Pusat Grosir Surabaya/PGS akhirnya dibuka kembali. Hanya saja, dibukanya kedua pasar grosir tersebut mulai Sabtu (18/4). Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah, Agus Hebi Djuniantoro, mengatakan rencananya kedua pasar tersebut akan dibuka Sabtu (18/4) karena pemkot melakukan beberapa langkah sebelum akhirnya kedua pasar tersebut kembali dibuka. Pertama melakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh ruangan di dalam dan luar sekitar pasar atau mall.

“Jadi, hari ini sampai malam nanti disemprot detail sampai ke dalam toilet dan daerah luar sekitar,” kata Agus Hebi di Surabaya, Jumat (17/4). Setelah pasar dibuka, kata dia, akan diberlakukan pembatasan akses masuk dan keluar pasar untuk pengunjung maupun pedagang. Jika sebelumnya di Pasar Kapasan terdapat belasan pintu masuk, kini akan diperkecil menjadi enam pintu masuk dan keluar. Keenam pintu tersebut masing-masing diberikan fasilitas bilik sterilisasi dan alat pengukur suhu tubuh.

“Jadi sebelum masuk pasar harus melewati bilik sterilisasi, baik pedagang maupun pembeli. Nanti ada petugas untuk mengukur suhu tubuh juga,” katanya. Selain itu, ia memastikan, Pemkot Surabaya akan membagi-bagikan masker dan hand sanitizer kepada para pedagang dan pembeli. Terutama untuk pedagang atau penjaga toko, kuli panggul dan yang beraktifitas di dalam pasar tersebut.

“Mereka masing-masing akan menerima dua masker dan satu botol hand sanitizer,” tegasnya. Melihat antusias para pedagang yang segera ingin berjualan lantaran menjelang memasuki ramadhan, Hebi menegaskan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimcam) terkait keamanan pasar dan memastikan protokol pemerintah terkait Covid-19 sudah dilakukan untuk warga di area pasar. Misalnya jika terdapat pedagang atau pembeli yang tidak menggunakan masker, maka dilarang masuk kawasan pasar. “Masker harus dipakai kalau tidak memakai jangan berdagang.

Begitu juga pembeli, kita juga cek temperatur yang masuk. Jika temperatur tubuhnya 38 derajat, nanti tidak diperbolehkan masuk ke dalam pasar,” jelasnya. Sementara itu, Koordinator Protokol Kesehatan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita, menambahkan, setiap toko diberi sekat plastik antara penjual dan pembeli. Sehingga tidak ada kontak fisik antara keduanya.

Termasuk saat menerima uang kembalian. “Jadi, antara pembeli dan penjual ada batasnya. Mereka tidak bersentuhan fisik. Lalu saat memberikan kembalian bisa pakai plastik kantong tidak bersentuhan dengan uang. Paling penting selalu rajin cuci tangan dan pake hand sanitizer,” pungkasnya. (ton)