Gresik,(bisnissurabaya.com) – Khawatir tertular, rencana Pemerintah Kabupaten Gresik, memanfaatkan salah satu rusunawa menjadi tempat rehabilitasi pasien PDP dan Positif covid-19 yang sudah sembuh, mendapat penolakan dari warga. Pasalnya, selain terlalu dekat tidak ada jarak, untuk masuk ke rusunawa tersebut jalannya harus melewati perumahan milik warga.

Inilah rusunawa di Desa Kambingan, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, yang akan dijadikan tempat rehabilitasi pasien berstatus PDP dan Positif covid-19.

Sebaran virus corona di Kabupaten Gresik, terus mengalami peningkatan. Tercatat ODR sebanyak 847 orang, ODP 1.035 orang, PDP 80 orang,dan confirm atau positif 14 orang.

Dari 80 PDP, 26 orang dinyatakan sembuh. Sedangkan, pasien positif covid-19, dari 14 orang, satu dinyatakan sembuh.

Pemerintah Kabupaten Gresik, pasien PDP 26 orang, dan satu orang positif yang sudah dinyatakan sembuh, rencananya akan direhabilitasi di Rusunawa Desa Kambingan, Cerme.

Pemerintah Kabupaten Gresik memilih Rusunawa Desa Kambingan, karena tempatnya layak dan representatif. Namun, rencana tersebut, mendapat penolakan dari warga Perumahan Grand Cerme, desa setempat.

Guna memberikan penjelasan dan pemahaman, satuan gugus tugas percepatan penanggulangan virus covid-19 Kabupaten Gresik, menemui warga perumahan dan menggelar dialog.

Di depan warga perumahan Grand Cerme, Sekretaris Gugus Tugas covid-19 Kabupaten Gresik, drg Syaifudin Ghozali, menegaskan, alasan rusunawa di Desa Kambingan dijadikan tempat rehabilitasi pasien PDP dan positif yang sudah sembuh, agar 15 rumah sakit rujukan di Gresik tidak penuh.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik, Muhammad Qosim, yang ikut hadir berusaha menenangkan warga. Di depan warga, Wabup menegaskan, Pemerintah Kabupaten Gresik tidak akan memaksakan diri jika warga menolak. Jika dipaksakan, khawatir timbul gejolak dan warga semakin stress.

Meski sudah mendapat penjelasan secara gamblang dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, namun, warga perumahan tetap menolak.

Pasalnya, rusunawa yang memiliki kapasitas 42 kamar tersebut terlalu dekat, tidak ada jarak dengan perumahan milik warga. Selain itu, untuk masuk ke rusunawa, harus melewati jalan perumahan.

Warga menolak karena sudah resah dan tidak nyaman, serta takut tertular covid-19 jika 26 PDP dan satu covid-19, direhabilitasi di rusunawa dekat perumahan warga, meski sudah dinyatakan sembuh.

Meski mendapat penolakan,
Pemerintah Kabupaten Gresik, menyiapkan sejumlah tempat lain untuk dijadikan tempat rehabilitasi. Seperti di Stadion Gelora Joko Samudro, dan sejumlah UPT Dinas Pendidikan yang tidak terpakai.
(bashoir/stv)