Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah
melakukan rapid test pada Ratusan Pekerja Migran Indonesia/PMI dari Malaysia yang tiba ke Jawa Timur/Jatim, Rabu (15/4) melalui Bandara Juanda, Sidoarjo langsung menjalani rapid test. Sedikitnya ada 249 orang yang mengikuti test. Dari jumlah itu sekitar 172 orang PMI dari Kuala Lumpur Malaysia dan sebanyak 77 orang PMI dari Kuala Lumpur Malaysia yang sebelumnya telah menjalani observasi selama 14 hari di Medan Sumatera Utara. Begitu tiba di Bandara Juanda seluruh PMI tersebut segera dilakukan rapid test oleh petugas kesehatan dari Pemprov Jatim dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Surabaya.

Masing-masing PMI yang tiba di Juanda dilakukan pendataan alamat tujuan kampung halaman, dicek suhu tubuhnya dan dilakukan pemeriksanaan klinis. Baru setelah itu setiap PMI diambil sampel darahnya untuk diuji dalam rapid test
pendeteksi virus SARS-CoV-2. “Ini menjadi perlakuan standar yang kita terapkan pada setiap PMI yang pulang ke Jatim. Kita ingin memberikan perlindungan dan rasa aman pada masyarakat, terutama masyarakat yang menjadi tujuan pulang para PMI ke kampung halaman,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, sembari menyampaikan update penyebaran covid-19 Jatim di Grahadi, Rabu (15/4).

Protokol kesehatan yang disiapkan Pemprov Jatim adalah bagi setiap PMI yang setelah dites cepat ternyata hasilnya negatif mereka akan diperiksa apakah memiliki tanda klinis gejala covid-19. Jika ada yang mengalami gejala klinis, meski rapid testnya hasilnya negatif, maka PMI tersebut akan dibawa tim kesehatan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim untuk mendapatkan perawatan. Begitu juga bagi yang rapid test-nya menunjukkan hasil positif, secara otomatis mereka akan dibawa tim Gugus Tugas dan dilakukan perawatan dengan tindakan swab PCR. Dia juga akan dibawa ke rumah sakit Pemprov untuk mendapatkan karantina hingga ada hasil swab PCR.

Namun, jika PMI tersebut saat di-rapid test hasilnya negatif dan tidak ada gelaja klinis
maka PMI tersebut diperbolehkan pulang dan diantar ke kampung halaman. “Dari hasil rapid test hari ini semuanya dinyatakan negatif dalam rapid test. Mereka saat ini sudah disiapkan angkutan untuk kembali ke daerah masing-masing dan mereka juga diberi gelang penanda,” kata Gubernur Khofifah. “Tujuannya gelang
penanda ini adalah untuk memberikan screening berlapis,” imbuhnya.

Namun, meski sudah diantar ke kampung halaman, Gubernur Khofifah, menegaskan
mereka tetap dalam pemantauan. Baik oleh puskesmas setempat dan juga kelurahan. Setelah tiba di kampung halaman, Gubernur Khofifah, mengingatkan, para PMI yang
sudah menjalani rapid test dan hasilnya negatif bukan berarti mereka lalu bebas boleh keluar rumah. Mereka tetap dianjurkan untuk di rumah saja, menjaga physical distancing dan juga mengenakan masker jika keluar rumah selama wabah covid-19. (bw)