Blitar, (bisnissurabaya.com) – Aksi menegangkan terjadi di sepanjang Jalan Sudanco Supriadi, Kota Blitar. Polisi setempat bertindak tegas mengobrak-abrik sejumlah tempat nongkrong yang membuat puluhan pengunjung cafe kocar-kacir ketakutan. Aksi tegas ini, merupakan tindak lanjut polisi yang kerap memberikan sosialisasi terkait covid 19. Namun, kurang mendapat perhatian.

Aksi kejar-kejaran ini terjadi saat petugas Kepolisian Polres Blitar Kota bertindak tegas membubarkan sejumlah kerumunan orang di salah satu cafe Jalan Raya Sudanco Supriadi. Kedatangan petugas secara tiba-tiba ini, membuat puluhan pengunjung lari tunggang langgang, karena ketakutan. Polisi minta semua jenis musik untuk dihentikan. Bahkan, petugas menegur keras pemilik café yang membandel.

Selain, mengobrak-abrik sejumlah tempat tongkrongan, polisi juga melakukan sosial distancing dengan cara menutup sepanjang Jalan Raya Sudanco Supriadi. Disisi lain, petugas juga memberlakukan psycal distancing di lima perumahan padat penduduk di wilayah Blitar Kota. Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M. Sinambela, mengatakan, upaya yang dilakukan ini untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Timur/Jatim telah menetapkan wilayah Blitar sebagai zona merah, dengan pasien dalam pengawasan sejumlah 3 pasien, dan dua orang positif covid 19 meninggal dunia. (khoirul/stv)