Gresik, (bisnissurabaya.com) – Akibat wabah pandemi virus corona, puluhan perajin songkok di Gresik, gulung tikar. Sepinya orderan maupun pesanan tersebut sudah berlangsung sebulan. Beruntung perajin kopyah tersebut mendapat pesanan 100 ribu pics masker dari DPRD Gresik, sehingga mereka tetap bisa mengais rejeki di tengah serangan wabah pandemi virus corona yang menakutkan dan mematikan. Salah satu perajin songkok yang sepi pesanan adalah Erfan Ahmad, warga Kota Gresik, sudah sebulan ini tidak mendapat orderan, akibat imbas wabah pandemi virus corona yang melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Sebulan tidak memproduksi songkok, secara otomatis tidak dapat penghasilan. Karena sepinya pesanan, Erfan Ahmad terpaksa memilih gulung tikar. Beruntung, Erfan Ahmad, masih mendapat orderan menjahit masker pesanan dari DPRD Kabupaten Gresik, sebanyak 100 ribu pics masker. Erfan Ahmad, mengaku harus bersaing dengan puluhan perajin songkok lainnya, yang juga banting setir menjahit masker. Namun, di saat banyak orderan masker, dirinya justru terkendala bahan baku, untuk mendapatkan bahan baku masker standar kesehatan, dirinya mendatangkan langsung dari Surabaya.

Dibantu 30 orang karyawannya, dalam sehari Erfan Ahmad, mampu menjahit 10 ribu pics masker pesanan wakil rakyat. Sementara, Ketua DPRD Kabupaten Gresik, bersama sejumlah anggotanya, Jumat sore, melihat langsung proses menjahit masker pesanannya. Fandi Ahmad Yani, Ketua DPRD Gresik, sengaja melibatkan perajin songkok, karena mereka sepi orderan. Dari pada tidak bekerja, mereka diberdayakan untuk menjahit 100 ribu pics masker, agar tetap berpenghasilan.

Dana untuk membuat 100 ribu pics masker tersebut, merupakan hasil urunan atau patungan menyisihkan gaji bulanan 50 Anggota DPRD Gresik. Selain memberikan APD, DPRD juga memberikan sebanyak 100 ribu pics masker tersebut, akan diberikan kepada tim medis yang ada di 18 puskesmas kecamatan di Kabupaten Gresik, yang berstatus zona merah. (bashoir/stv)