Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pemerintah provinsi Jawa Timur/Jatim siap menyambut kedatangan 156 Pekerja Migran Indonesia, PMI asal Malaysia yang akan tiba di Surabaya. Sebagai upaya antisipasi, para PMI ini tak terpapar covid 19, Pemerintah Jatim telah menyediakan proses screning di pintu masuk sebelum nantinya para PMI ini dikembalikan ke daerah masing- masing.

Meski sejumlah wilayah membatasi kedatangan penumpang dari luar negeri, hingga penghentian penerbangan, namun, Pemerintah provinsi akan menyambut kedatangan seratus lima puluh enam Pekerja Migran Indonesia yang datang dari Malaysia. Meski Pemerintah provinsi mengizinkan para PMI ini kembali ke Jatim, namun, untuk memastikan para PMI ini bersih dari paparan covid 19, Pemprov Jatim telah menyiapkan rumah observasi dengan kapasitas 150 bed. Dan screning mulai dari rapid test hingga rapid SWAP sebelum mereka nantinya dikembalikan ke desa masing- masing. Bahkan, jika hasil rapid test migran menunjukkan hasil negatif, bukan berarti bebas begitu saja.

Melainkan mereka tetap diwajibkan melakukan isolasi mandiri untuk mengantisipasi para imigran masuk kategori orang tanpa gejala. Selain, melalui proses screning yang telah disediakan Pemprov, namun mereka juga harus melalui tahap screning ulang di desa – desa asal mereka yang telah menyiapkan alat screning. Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah juga memaparkan update data penyebaran wabah covid 19 yang kini sudah masuk di 23 wilayah provinsi Jawa Timur. Dengan pasien positif covid 19 sebanyak 189 dan yang dirawat 135 orang.

Sementara, sisanya 40 orang dinyatakan sembuh atau negatif covid 19. Dan pasien dalam pengawasan tercatat ada 985 orang, yang dalam pengawasan 669 orang. sisanya sebanyak 300 terkonfirmasi sudah tidak dalam pengawasan. Dengan kata lain bersih dari virus covid 19. Sementara, jumlah Orang Dalam Pemantauan atau ODP sebanyak 10.929 orang, dan yang dalam pantauan 7.872 orang, yang tidak dalam pemantauan atau sudah sehat sebanyak 3.043 orang. (feri/stv)