Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Rungkut Menanggal melakukan Social Distancing atau karantina wilayah dengan menutup akses perbatasan Sidoarjo – Pondok Tjandra menuju Surabaya, Minggu (5/4). Sebelumnya bisnissurabaya.com pada Sabtu, (4/4) telah menerima pesan berantai Whats’Up terkait himbauan warga pengguna jalan raya Rungkut Menanggal akab adanya karantina wilayah dengan menutup perbatasan Raya Sidoarjo (Pondok Tjandra) dengan perbatasan Surabaya (Jalan Raya Rungkut Menanggal) mulai pada Minggu 5 April pukul 07.00 WIB. Sampai batas yang belum ditentukan.
Praktis, warga Surabaya yang hendak ke Sidoarjo maupun sebaliknya tak bisa melintas. Mereka harus berputar arah ke Jalan Pantura, Merr atau jalur tembusan/ jalan tikus.

Penutupan jalan di kawasan Pondok Tjandra, tersebut merupakan inisiatif warga. Tujuannya untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19) di sekitar tempat tinggal mereka. “Dari data dan informasi yang masuk ini merupakan inisiatif warga. Sehingga penutupan menggunakan water barrier pun dilakukan petugas Dishub Kota Surabaya didampingi warga dan Camat,” kata Kapolsek Rungkut, Kompol Hendry Ibnu.

Kapolsek Rungkut menegaskan, penutupan ini merupakan langkah warga dengan didukung Camat Rungkut dan berdasar atas perintah Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Melihat data tersebut, Kapolsek pun mencoba mengkomunikasikan penutupan ini ke pemkot. Sementara, untuk pihak warga yang berinisiatif menutup, kapolsek menyebutkan sudah dikomunikasikan agar tak melakukan penutupan. “Kami sudah memberikan saran agar tidak ada penutupan jalan.

Namun, dari bu camat ini, inisiatif dari warga. Kami juga sudah perintahkan anggota untuk menggalang warga tidak ada penutupan. Tapi sekali lagi, ini infonya juga bu camat dapat instruksi dari walikota,” ujarnya. Camat Rungkut, Anna Fajriatin AP, mengaku, warga memang menutup Jalan Raya Rungkut Menanggal.

Langkah warga ini mendapat apresiasi karena tujuannya adalah mengurangi akses jalan bukan menutup jalur secara total. Terlebih dikarenakan masyarakat masih minim kesadaran mengantisipasi virus corona. “Ini yang ditutup hanya satu jalan saja. Jalan lain seperti Merr dan Jalan Ahmad Yani tetap dibuka.

Bedanya kalau melalui jalan utama itu ada penyemprotan dan pengawasan detail dari pemerintah. Ini tujuannya hanya mengantisipasi virus corona saja. Bukan melarang warga Sidoarjo ke Surabaya atau sebaliknya,” tukasnya. Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menyampaikan, bahwa pihaknya bersama kepolisian, TNI, serta jajaran tingkat kecamatan dan kelurahan terus melakukan upaya sterilisasi dan himbauan kepada masyarakat di 19 titik pintu masuk Kota Surabaya.

Tujuannya, untuk menekan penyebaran Covid-19 ini. “Kami berharap kepada masyarakat agar menghindari keperluan-keperluan yang sifatnya tidak urgen. Kalau bisa dilakukan di rumah, lebih baik dilakukan di rumah. Termasuk akses pintu masuk Pondok Tjandra,” kata Irvan.

Perlu diketahui, bahwa pemkot bersama instansi terkait melakukan himbauan dan sterilisasi kepada para pengendara di 19 pintu masuk ke Kota Surabaya. Yakni, Stadion Gelora Bung Tomo (Pakal), Terminal Tambak Oso (Benowo), Dupak Rukun (Asemrowo), Kodikal (Pabean), Mayjen rumah pompa (Dukuh Pakis), Gunungsari (Jambangan), Kelurahan Kedurus (Karang Pilang), Masjid Agung (Kec. Gayungan) dan Jeruk (Lakarsantri). Selain itu, sterilisasi juga dilakukan di Driyorejo, Benowo Terminal (Pakal), Tol Simo (Sukomanunggal), Mall City of Tomorrow (Dishub), MERR Gunung Anyar (Gunung Anyar), Suramadu (Kec. Kenjeran), Rungkut Menanggal (Gunung Anyar), Wiguna Gunung Anyar Tambak (Gunung Anyar), Margomulyo (Tandes) dan Pondok Chandra (Gunung Anyar).(ton).