Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bakal dilakukan kota Surabaya. Penerapan tersebut bertujuan dalam rangka percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Koordinator Protokol Komunikasi, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M Fikser, mengatakan, penerapan PP No 21 Tahun 2020 ini dalam rangka mengikuti anjuran dari Pemerintah Pusat, terkait pembatasan sosial berskala besar. Harapannya, penanganan penyebaran Covid-19 di Indonesia, khususnya di Surabaya ini bisa diselesaikan.

“Makanya kita imbau warga dari luar Surabaya yang mau ke Surabaya jika tidak ada kepentingan atau sesuatu yang mendesak agar lebih baik ditunda dulu,” kata Fikser, di Surabaya Kamis (2/4).

Sementara itu, kepada warga Surabaya, Fikser juga mengimbau agar tidak perlu keluar rumah kalau memang tidak ada kepentingan yang mendesak atau hal yang sangat penting. Pihaknya berharap, masyarakat dapat mengikuti imbauan dari pemerintah tersebut.

“Kita himbau jika tidak ada kepentingan yang mendesak cukup di rumah saja mengikuti anjuran dan himbauan dari pemerintah untuk memutus mata rantai dari penyebaran Covid-19 ini,” pesannya.

Hal serupa dikemukakan, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menyampaikan, bahwa pihaknya bersama kepolisian, TNI, serta jajaran di tingkat kecamatan dan kelurahan terus melakukan upaya-upaya sterilisasi dan imbauan kepada masyarakat di 19 titik pintu masuk Kota Surabaya. Tujuannya, untuk menekan penyebaran Covid-19 ini.

“Kami berharap kepada masyarakat agar menghindari keperluan-keperluan yang sifatnya tidak urgen. Kalau bisa dilakukan di rumah, lebih baik dilakukan di rumah,” tandas Irvan.

Perlu diketahui, bahwa pemkot bersama instansi terkait melakukan himbauan dan sterilisasi kepada para pengendara di 19 pintu masuk ke Kota Surabaya. Yakni, Stadion Gelora Bung Tomo (Pakal), Terminal Tambak Oso (Benowo), Dupak Rukun (Asemrowo), Kodikal (Pabean), Mayjen rumah pompa (Dukuh Pakis), Gunungsari (Jambangan), Kelurahan Kedurus (Karang Pilang), Masjid Agung (Kec. Gayungan) dan Jeruk (Lakarsantri).

Selain itu, sterilisasi juga dilakukan di Driyorejo, Benowo Terminal (Pakal), Tol Simo (Sukomanunggal), Mal City of Tomorrow (Dishub), MERR Gunung Anyar (Gunung Anyar), Suramadu (Kec. Kenjeran), Rungkut Menanggal (Gunung Anyar), Wiguna Gunung Anyar Tambak (Gunung Anyar), Margomulyo (Tandes) dan Pondok Chandra (Gunung Anyar).(ton)