Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Dampak corona menutup sendi usaha di Surabaya. Salah satunya, sektor perhotelan memilih menyerah dengan menutup operasional untuk sementara mulai 1 April. Sedikitnya, 17 hotel sebagian besar bintang tiga ini mengibarkan bendera putih karena sepinya tamu. Keadaan yang tidak menentu dan berlarut-larut ini memaksa beberapa hotel mengambil kebijakan yang rasional walaupun tidak populis.

Ke-17 hotel yang menyatakan tutup operasional ini diantaranya, Hotel Moscha, Artotel, Royal Singosari Cendana, dan beberapa hotel lainnya. Hotel Manager/HM Moscha, Raharjo Artiono, menyatakan hotelnya berhenti operasional sementara dalam rangka mendukung program pemerintah mengurangi dan mencegah bertambahnya penyebaran corona dengan menjaga higienitas ruang publik.
“Mulai 1 April sampai ada pemberitahuan lebih lanjut, Hotel Moscha tutup sementara,“ kata pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua IHGMA Jatim ketika dikonfirmasi bisnissurabaya.com di Surabaya Rabu (1/4).

Raharjo Artiono

Hal senada juga disampaikan Manager Marketing Communication Hotel Artotel dan Hotel Royal Singosari Cendana, Lestari Parlan. Perempuan cantik ini menyampaikan bahwa dalam rangka menyikapi kedaan yang tidak menentu, akibat merebaknya virus corona, managemen mengambil kebijakan menutup hotel sampai keadaan kembali normal. Sementara, Hotel Quest yang merupakan jaringan Archipelago Hospitality di Surabaya memilih tetap beroperasi, dengan melakukan berbagai program inovasi dan terobosan cerdas. Antara lain, memasarkan menu lunch box dengan harga mulai Rp 25.000.

Program ini dilakukan untuk mendukung program pemerintah yaitu bekerja dan belajar dari rumah. “Kami menyediakan layanan antar menu lunch box sampai ke rumah minimal pembelian 5 box dengan jarak maksimal tiga kilometer,“ jelas Marketing Communication Hotel Quest Melly Aruni. (nanang)