Surabaya, (bisnissurabaya.com) Sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona atau covid 19, Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya tidak menerima pengambilan tilang secara langsung. Namun pelayanan pembayaran denda tilang melalui kantor pos, setelah itu bukti tilang dan stnk dikirim langsung ke rumah pelanggar tilang.

Kebijakan online ini untuk meminimalisir tatap muka dan antrian massa ketika pengambilan tilang di kantor kejaksaan. Kebijakan ini merupakan MOU antara Kejaksaan negeri Tanjung Perak dengan kantor pos, dan mulai diberlakukan Selasa 30 Maret 2020 hingga waktu yang belum ditentukan. Kepala seksi Pidana umum kejari tanjung Perak, Eko Budi susanto mengatakan, bagi warga yang ingin mengambil tilang kini dapat melalui 52 cabang kantor pos Kota se Surabaya, sehingga pelanggar lalu lintas yang ditilang apabila ingin membayar denda tidak lagi diperkenankan datang ke kantor kejaksaan. Dengan cara ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam upaya pencegahan penularan virus corona.

Sementara itu wakil Kepala Kantor Pos kebonrojo Surabaya, Arif Yuda menyatakan, teknis pengambilan tilang diantaranya dengan mendatangi kantor pos terdekat. Setelah itu pelanggar tilang dapat menunjukkan surat tilang, dan oleh petugas nanti akan diinfokan berapa denda yang harus dibayar. Nantinya bukti tilang atau stnk akan diantar oleh petugas ke alamat masing-masing sesuai domisili pelanggar dengan biaya Rp 20.000. (Agung/stv)