Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Mewaspadai berkembangnya virus Corona (Covid -19) di tanah air, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya menambah pembatalan operasional perjalanan kereta api di April 2020 sebanyak 6 perjalanan kereta api. Jadi total akan ada sebanyak 18 perjalanan kereta api yang akan mengalami pembatalan operasional yang terbagi dalam 4 tahap.

Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto, Senin (30/3) mengatakan, tahap pertama ada pembatalan sebanyak 3 KA, tahap kedua sebanyak 4 KA, tahap ketiga sebanyak 5 KA dan tahap keempat sebanyak 6 buah. Dikatakannya, pada hari biasa, total ada sebanyak 41 perjalanan KA jarak jauh (33 KA pemberangkatan awal dari Daop 8 Surabaya + 8 KA perjalanannya melintas di Daop 8 Surabaya), maka di Bulan April 2020 nanti, jumlah perjalanan hanya tinggal 23 perjalanan KA jarak jauh (16 KA pemberangkatan awal dari Daop 8 Surabaya + 7 KA perjalanannya melintas di Daop 8 Surabaya).

Sementara untuk perjalanan KA lokal masih tetap beroperasi sebanyak 46 perjalanan KA per harinya. Ditambahkannya, ada 3 perjalanan KA yang dibatalkan operasionalnya terhitung pada tanggal 26 Maret hingga 30 April 2020, diantaranya KA Sembrani (KA 81/ KA 82) relasi Stasiun Surabaya pasar Turi – Gambir/PP, KA Gumarang (KA 133 / KA 134) relasi Stasiun Pasar Turi – Stasiun Pasar Senen /PP, dan KA Songoriti ( KA 283/ KA 284) relasi Stasiun Surabaya Gubeng – Stasiun Malang/ PP. Selanjutnya pada tahap kedua ada 4 perjalanan KA yang dibatalkan operasionalnya terhitung dari tanggal 1 April hingga 30 April 2020, diantaranya KA Sancaka Utara (KA165-168-169 / KA 170-167-166) relasi Surabaya Pasar Turi – gambringan -Solo – Kutoarjo, KA Mutiara timur (KA 184/ KA 185) relasi surabaya Gubeng – Ketapang, KA logawa (KA 300-297 / KA 298-299) relasi Jember – Surabaya Gubeng -Purwokerto, dan KA Gaya Baru malam Selatan (KA 111/ KA 112) relasi Surabaya Gubeng – Pasar Senen/PP.

Ditambahkannya, pada tahap ketiga ada 4 perjalanan KA yang dibatalkan operasionalnya terhitung dari tanggal 29 hingga 31 Maret 2020, diantaranya KA Argo Wilis (KA plb 1a/ KA plb 2a) relasi Surabaya Gubeng – Bandung – Gambir/pp, KA Mutiara Selatan (Ka plb 103a / KA plb 104a) relasi Malang – Surabaya Gubeng – Bandung – Gambir/pp, KA Turangga (KA plb 77a/KA plb 78a) relasi Surabaya Gubeng – Bandung – Gambir/pp, KA Malabar (KA plb 107a/ KA plb 108a) relasi Malang – Bandung – Pasar Senen/pp, dan KA Pasundan (KA Plb 295a/ KA Plb296a) relasi Surabaya – Kiaracondong Bandung/pp.

Pada tahap keempat ada 6 perjalanan KA yang dibatalkan operasionalnya di Bulan April 2020 diantaranya, KA Jayakarta (KA 253/ KA 254) relasi Surabaya Gubeng – Jakarta Kota/pp, KA Dharmawangsa Ekspes (KA 135/ KA 136) relasi Surabaya Pasar Turi – Pasar Senen Jakarta/pp, KA Malioboro Ekspres (KA 172/ KA 173) relasi Malang – Yogyakarta/pp, KA Sancaka (KA 180/ KA 181) relasi Surabaya Gubeng – Yogyakarta/pp, KA Majapahit (KA 251/ KA 252) relasi Malang – Pasar Senen Jakarta/ pp, dan KA Ambarawa expres (KA 267/ KA 268) relasi Surabaya Pasar Turi – Semarang Poncol/ pp.

Sebelumnya, pihak PT KAI Daop 8 Surabaya sudah melakukan berbagai langkah dalam hal pengurangan daya kapasitas angkut penumpang KA, diantaranya pengurangan kapasitas KA Lokal dari kapasitas 150 persen menjadi 75 persen. Pembatalan sejumlah perjalanan KA, dan memperpendek relasi sejumlah perjalanan KA.

Menurutnya, akibat dari kebijakan pengurangan daya kapasitas angkut KA Penumpang tersebut, jumlah penumpang KA di wilayah PT KAI mengalami penurunan yang sangat signifikan. “Ini terlihat dari jumlah penumpang KA yang naik di tanggal 1 Maret 2020 berjumlah 40.148 penumpang, namun pada tanggal 29 Maret 2020 jumlah penumpang yang naik di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya menjadi 8.190 penumpang,” katanya.

Selain penurunan jumlah penumpang yang sangat signifikan, pengurangan daya angkut KA penumpang ini menyebabkan jumlah pembatalan tiket KA oleh masyarakat semakin meningkat. Tercatat di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya dalam periode 1 s/d 29 Maret 2020 ada 45.994 tiket yang dibatalkan oleh para penumpang. (bw)