Surabaya, (bisnissurabaya.com) Selain meninjau di Kelurahan Genteng, fraksi pkb juga meninjau ke Puskesmas peneleh di Kelurahan peneleh Kecamatan Genteng Surabaya. Anggota dewan tersebut menemukan alat pelindung diri, yang kurang memenuhi standart. Bahkan dinilai menyedihkan.

Menurut Habibah, ketika para Pahlawan ini tidak dilindungi secara maksimal, soal standart operasional tidak dilakukan. Untuk itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya, untuk segera mengambil seluruh dana cadangan yang ada di apbd kemudian diberikan apa yang dibutuhkan oleh tim medis. Habiba menjelaskan, apa yang menjadi kebutuhan seperti APD yang digunakan tadi nampak terlihat seperti jas hujan ekonomis. Ini Surabaya jangan kebangetan. Padahal memakai anggaran apbd Surabaya. Pihaknya, juga menyampaikan rasa terima kasih kepada tim medis Puskesmas Peneleh dan berjanji ini akan dibawa untuk melakukan koordinasi dengan pihak dinas kesehatan kota Surabaya.

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Peneleh (PLT) Drg Teguh Rahayu, mengatakan, mungkin soal APD ini yang kurang memenuhi standart (sop). Namun untuk masker dan hand sanitizer sudah standart. Drg Yayuk, menjelaskan, meskipun apd ini belum memenuhi standart, namun pihaknya berupaya untuk agar teman-teman medis di garda depan ini minimal bisa terlindungi dari virus.

untuk itu, pihaknya berharap, agar dalam pelayanan kesehatan dibutuhkan APD yang standart untuk tim medis di Puskesmas Peneleh agar bisa terlindungi dari wabah virus corona (covid-19) yang sangat mengkuatirkan. (stady/stv)