Gresik, (bisnissurabaya.com) – Upaya pencegahan terhadap mewabahnya virus corona terus dilakukan banyak pihak. Termasuk di Gresik. Aksi penanggulangan penanganan pandemi COVID- 19 juga dilakukan. Wakil Bupati (Wabup) Gresik, M Qosim, bersama Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Non Alam dan percepatan penanganan COVID-19 Gresik melakukan aksi penyemprotan di beberapa ruas Jalan Raya di Gresik, Rabu (25/3).

Aksi kali ini tampak lebih sporadis, karena Wabup Qosim, menyertakan sejumlah mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk melakukan penyemprotan di beberapa ruas jalan dan Kecamatan Gresik Selatan. Sebanyak 21.000 liter Desinfektan memenuhi tangki 4 mobil pemadam kebakaran. Wabup membagi 4 wilayah penyemprotan. Kelompok satu dipimpin Ketua Satgas, Nadlif, melakukan penyemprotan mulai dari wilayah Bunder sampai Jalan Veteran dan Jembatan Romokalisari.

“Kalau masih ada sisa bisa dilanjut ke Jalan Panglima Sudirman. Saya ada di kelompok dua yang akan menyemprot Jalan dr Sutomo, Usman Sadar, Samanhudi, Cokroaminoto, Raden Santri, Pahlawan dan Jaksa Agus Suprapto,” kata Qosim.
Kelompok tiga melakukan penyemprotan di wilayah perbatasan Surabaya di Menganti. Mulai dari Laban sampai Pasar Menganti. Kelompok 4 ditugasi membagi Desinfektan untuk masjid-masjid dan penyemprotan di beberapa tempat umum lainnya.

“Meski sampai saat ini belum ada yang terkonfirmasi positif virus corona, kita perlu waspada dan mengantisipasi agar tetap selamat dari virus yang membahayakan ini. Kita sudah berusaha sejak 21 Maret lalu membentuk Satgas penanganan COVID-19, dan terus menerus melakukan edukasi kepada masyarakat,” tandas pria yang sedang menjabat Wabup periode kedua ini.

Selain ikut dalam penyemprotan dengan menggunakan Damkar, Wabup juga membagikan 1000 masker untuk masyarakat. Qosim memberikan pada para tukang becak, pedagang kecil, pengunjung pasar kota serta beberapa orang yang lewat.
“Masker saat ini menjadi kebutuhan wajib, terutama bagi orang-orang yang berada di luar rumah seperti para tukang becak, PKL, pengunjung pasar. Kami melihat mereka tidak memakai masker karena masker menjadi barang mahal dan langka. Padahal menjadi keharusan untuk menjaga tertularnya Virus Cirona ini,” paparnya.

Terkait adanya hajat masyarakat misalnya pesta pernikahan, Wabup Qosim yang didampingi Ketua Satgas berharap agar dilakukan dengan bijaksana. Dengan batasan berkumpul hanya sekitar 20-30 orang.

“Untuk resepsinya saja yang ditunda, tapi akad pernikahan dipersilakan. Undangan tidak banyak orang dan tetap mengatur jarak antara 1 – 1,5 meter,” tegas Wabup yang juga didampingi Kabag Humas Reza Pahlevi. (sam)