Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Jaringan operator telekomunikasi ini mengalami lonjakan trafik data yang signifikan sepanjang sepekan masyarakat menerapkan bekerja dan belajar dari rumah. Data dari pusat pemantauan jaringan Customer Experience and Service Operation Center menunjukkan kenaikan cukup tajam. Rata-rata sebesar 10 persen dibandingkan hari normal pada trafik penggunaan seluruh layanan data dalam cakupan nasional. Akses ke aplikasi-aplikasi penunjang kerja dan belajar dari rumah menjadi favorit pelanggan, dengan kenaikan trafik tertinggi sebesar 48 persen. Khusus di Jawa Timur, Kabupaten Ngawi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 15 persen.

(Plt) Chief Teknologi Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa, mengatakan, di luar Lebaran dan Natal/Tahun Baru, ini adalah kenaikan trafik data secara nasional yang tertinggi. Kenaikan trafik tertingginya mencapai 15 persen dibanding hari biasa. Pemicunya terutama adalah akses ke layanan data penunjang bekerja dan belajar dari rumah. Selain itu, program dukungan XL Axiata dengan memberikan free 2GB per hari untuk akses ke layanan data tertentu itu juga telah dimanfaatkan secara maksimal oleh pelanggan di berbagai daerah. Kami akan terus memantau situasi dan kondisi yang ada, untuk menyiapkan jaringan lebih lanjut sebagai antisipasi dalam menghadapi segala kemungkinan yang muncul di hari-hari mendatang.
Gede menambahkan, hingga sepekan terakhir, pihaknya belum menambah kapasitas jaringan yang ada karena memang sudah dipersiapkan untuk bisa menampung kenaikan trafik hingga 2x dari trafik hari normal. Meski demikian, opsi untuk meningkatkan kapasitas selalu terbuka kapan saja dengan menyesuaikan pada kebutuhan pelanggan. Selain itu, XL Axiata juga siap menjaga kualitas jaringan dengan mengerahkan semua kemampuan seperti layaknya saat menghadapi lonjakan trafik Lebaran. Beberapa langkah di antaranya adalah mengerahkan mobile BTS (MBTS) untuk lokasi-lokasi yang memerlukan, juga melakukan rekayasa pengalihan trafik ke jaringan yang lebih longgar.

Secara Nasional, Layanan data yang paling tinggi kenaikannya berturut-turut menurut jenisnya adalah Ruang Guru 48 persen, Netflix 46 persen, Facebook 11 persen, Whatsapp 10 persen dan Mobile Legend 8 persen. Khusus aplikasi-aplikasi yang mendukung bekerja dan belajar dari rumah, selain Ruang Guru, kenaikan trafik yang tinggi juga terjadi pada Google Classroom 2.354 persen, Brainly 84 persen, Zenius 54 persen, dan Udemy 44 persen.

Untuk media sosial, di mana masyarakat dan pelanggan banyak memantau perkembangan dan informasi terkait wabah Covid-19, secara nasional kenaikan trafik terjadi pada Facebook sebesar 11 persen, instagram 2 persen, Youtube 3 persen, dan Twitter 3 persen. Akses ke web browsing juga ikut meningkat, yaitu sebesar 2 persen, termasuk ke website-website yang menyediakan informasi seputar Covid-19. Aplikasi berbagai media massa online yang menyediakan berita-berita update tentang peristiwa besar ini juga meningkat signifikan, yaitu rata-rata sebesar 8 persen.

Layanan percakapan instan seperti Whatsapp secara nasional mengalami kenaikan trafik sebesar 10 persen, LINE 1 persen dan telegram 12 persen. Selama berada di rumah melakukan social distance, masyarakat dan pelanggan juga mengakses sejumlah layanan penyediaan hiburan seperti gim yang trafiknya naik sebesar 6 persen dan streaming film (Netflix, Hooq) 38 persen, streaming film (Netflix, Hooq) 38 persen.
Selama sepekan periode pelaksanaan himbauan bekerja dan belajar dari rumah, jumlah mobilitas pelanggan yang ke luar negeri dan jumlah pelanggan luar negeri yang datang ke Indonesia juga mengalami penurunan. Pelanggan keluar negeri (outbound) turun 41 persen, sedangkan pelanggan dari luar negeri yang menggunakan jaringan XL Axiata (inbound) turun sekitar 16 persen.

Berdasarkan lokasi, selain Jawa Timur, berurutan trafik data yang meningkat secara signifikan juga terjadi Kabupaten Barru 19 persen, Kabupaten Bulukumba 18 persen, Kab Pinrang 18 persen di Provinsi Sulawesi Selatan, Kab Dompu 15 persen di Provinsi Nusa Tenggara Barat, di Kabupaten Tabanan 10 persen di Provinsi Bali, serta Provinsi Sulawesi Utara di Kabupaten Minahasa Utara 4 persen.
“Kami akan terus berusaha menjaga performa jaringan di seluruh wilayah Jawa Timur seiring dengan makin gencarnya upaya pemerintah provinsi dan kota/kabupaten menyerukan social distancing atau tetap tinggal di rumah saja kepada seluruh warga. Berarti kebutuhan atas layanan internet dan data, juga layanan telekomunikasi lainnya kemungkinan besar akan terus meningkat,” lanjut Group Head XL Axiata East Region, Bambang Parikesit.

Seiring dengan terus menyebarnya virus Covid-19 ke berbagai daerah, XL Axiata juga siap menjaga performa jaringan di seluruh wilayah layanan. Hingga akhir tahun 2019, kekuatan jaringan XL Axiata ditopang oleh total lebih dari 130.000 BTS, termasuk lebih dari 40.000 BTS 4G di 425 kota/kabupaten. Fiberisasi jaringan telah terlaksana lebih dari 50 persen dari total BTS yang berada di berbagai provinsi di Indonesia. (bw)